Inilah Pemandu Wisata Perempuan Pertama Di Arab Saudi

0
174

Kini, Wanita Saudi Bisa Jadi Pemandu Wisata.

Wanita merupakan perhiasan dunia, yang bisa merubah dunia menjadi baik maupun menjadi buruk. Meskipun kekuasaan di tangan laki-laki, tetapi kekuasaan dan dunia bisa berubah karena seorang wanita. Banyak wanita yang tidak diperbolehkan mahramnya untuk bekerja. Tetapi, tidak banyak pula wanita yang tetap bekerja, untuk mengembangkan karir atau membantu orang lain dalam menyelesaikan suatu masalah atau yang lainnya. Demikian pula dalam kepemimpinan yang berskala luas yaitu sebagai kepala negara atau khalifah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَّوْا أَمْرَهُمُ امْرَأَةً

Tidak akan sukses kaum yang menyerahkan kepemimpinan mereka kepada wanita” (HR Al Bukhary).

Namun, saat ini wanita banyak yang bekerja tanpa terkecuali wanita Arab Saudi. Badr Al-Obaid, direktur nasionalisasi sektor perhotelan di SCTNH, mengatakan bahwa mulai tahun ini wanita Saudi bisa mendapatkan lisensi untuk bekerja sebagai pemandu wisata. Dia merekomendasikan wanita untuk memeriksa situs SCTNH untuk mengetahui peraturannya.
Berbicara di Forum Pemberdayaan Perempuan dan Integrasi di sini pada hari Ahad lalu (4/3), dia mengatakan bahwa SCTNH sangat ingin menerapkan Saudisasi pada tingkat yang berbeda di sektor pariwisata. Program pelatihan telah diberikan kepada lebih dari 8.000 pemuda Saudi untuk melibatkan mereka di pasar kerja.

Lebih dari 400 warga Arab Saudi telah dikirim ke luar negeri selama dua tahun terakhir untuk mempersiapkan individu yang memenuhi syarat untuk bergabung dalam sektor pariwisata. SCTNH juga mendukung kaum muda yang ingin berinvestasi di sektor pariwisata dengan tuntutan Saudi Vision 2030.

Emansipasi wanita saat ini banyak terjadi di dunia, banyak wanita yang bekerja seperti laki-laki, contohnya pemandu wisata. Saat ini pemandu wisata banyak tersebar di dunia, muali dari wisata alam maupun sejarah atau kebudayaan. Hessa Al-Mazroa, sutradara wanita Saudi pertama di sebuah hotel di Kerajaan Inggris, berbicara di forum tentang tantangan bekerja di sebuah perusahaan yang membutuhkan standir internasional. “Pemberdayaan perempuan hadir dengan tanggung jawab,” tambahnya.

Direktur departemen urusan perempuan di Kementerian Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial di wilayah Makkah, mengatakan bahwasanya pemuda Arab Saudi mampu melayani negara tersebut. Dia berbicara tentang berbagai program yang ditawarkan melalui pekerjaan paruh waktu dan program kerja jarak jauh.

Sahabat ihram, pemandu wisata perempuan boleh, asalkan tetap mematuhi aturan yang ditetapkan oleh pemerintah dan telah mendapatkan persetujuan kerja dari keluarga maupun pihak muhrim. Menjadi pemandu wisata juga memerlukan pengetahuan yang lebih. Dan tentu saja tetaplah menjadi seorang muslimah yang memiliki jiwa islami dan tetap menjaga prinsip-prinsip islam serta menjaga busana biar tetap syar’i atau sesuai agama islam. Bekerja boleh dilakukan siapa saja, tetapi harus tetap menjaga akhlak dan adab berpakaian.