Baca; Calon Jemaah Haji Wafat Boleh Digantikan Ahli Waris

0
138

Jamaah haji yang meninggal sebelum berangkat haji bisa digantikan dengan berikut ini.

Haji merupakan rukun islam yang kelima, wajib dilakukan bagi setiap muslim yang mampu. Mampu dalam artian finansial maupun fisik. Mampu dalam artian bisa menghidupi keluarga di Tanah air dan bisa menghidupi dirinya sendiri di Luar Negeri. Di Makkah dan Madiah memiliki cuaca yang sangat berbeda dengan di Indonesia. Makkah maupun Madinah memiliki cuaca yang sangat ekstrem, terkadang sangat panas, dan terkadang sangat dingin. Maka dari itu, jemaah haji haruslah mampu menjaga dirinya dari ekstremnya cuaca.

Proses berangkat haji yang pertama tentulah mendaftarkan dirinya ke travel, bank atau langsung datang ke kemenag, setelah terdaftar, calon jemaah haji haruslah menunggu hingga waktu yang telah ditentukan. Untuk saat ini, calon jemaah haji biasa harus menunggu selama kurang lebih 10 tahun. Tetapi, bisa saja, jika terdapat kuota, maka calon jemaah haji tersebut bisa maju di tahun berikutnya. Jika terdapat calon jemaah haji yang sudah memasuki usia tua, maka bisa di majukan juga.

Calon jemaah haji yang usianya tidak sampai atau meninggal dunia terlebih dahulu, maka peraturan dari Kemenag menyatakan bahwasanya calon jemaah haji yang meninggal dunia, boleh digantikan oleh ahli waris. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nizar Ali menyebutkan calon jamaah haji yang wafat dan telah masuk dalam daftar estimasi keberangkatan bisa digantikan ahli warisnya. Proses penggantiannya pun bisa langsung dilakukan tanpa mendaftar ulang.

“Karena ini bagian dari porsi warisan. Kalau dikembalikan biaya hajinya¬†kan¬†eman-eman(sayang). Rasanya tidak adil kalau tak bisa digantikan,” ujar Nizar saat meresmikan revitalisasi Asrama Haji Padang, Sumatra Barat.

Nizar menyebutkan bahwasanya, kebijakan ini sudah melalui pembahasan dengan Komisi VIII DPR. Jika tidak ada halangan, kebijakan penggantian calon jamaah haji yang wafat ini bisa berjalan pada tahun ini.

Pembahasan soal penggantian calon jamaah haji yang wafat sebetulnya sudah dilakukan sejak lama. Kebijakan ini bermula dari kepedulian bagi keluarga calon jamaah haji yang meninggal dunia. Dikhawatirkan, kesedihan anggota keluarga semakin bertambah bila kuota haji yang sudah dibayar lunas terpaksa dikembalikan. Kementerian Agama telah mencatat bahwasanya, kuota haji tahun 2018 sebanyak 221 ribu orang dengan rincian 204 ribu jamaah haji reguler dan 17 ribu jamaah haji khusus. Khusus Sumatra Barat terdapat 4.628 kuota jamaah haji, termasuk petugas.

Sahabat ihram, tidak perlu khawatir tentang waktu berangkat haji, jika terdapat saudara atau orang tua kita yang belum haji, tetapi sudah wafat, maka kita bisa membadalkan haji tersebut, atau kita bisa menggantikan saudara atau keluarga yang telah meninggal tersebut. Tanpa mengkhawatirkan untuk mendaftar lagi. Sesungguhnya waktu meninggal, hidup maupun jodoh adalah takdir dari Allah SWT. Jadi, terima apa saja yang menjadi takdir Allah. pastilah rencana Allah lebih baik dari apapun.