Inilah Batasan Usia Pendorong Kursi Roda yang Harus Diketahui

Sahabat ihram, pemerintah Arab Saudi telah menetapkan batas usia pendorong kursi roda di Masjidil Haram. Hanya orang yang berusia antara 25 dan 60 tahun yang diizinkan untuk mendorong kursi roda bagi jemaah haji dan umrah. Karena diusia ini adalah usia angkatan kerja, usia yang produktif untuk bekerja lebih keras lagi. Selain itu, di usia ini orang yang mendorong juga memiliki tenaga yang lebih besar atau kuat yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kegagalan atau batalnya haji sangatlah diminimalisir oleh jemaah haji atau panitia haji yang berasal dari Indonesia. Karena jika harus mengulang haji, maka memerlukan waktu yang tidaklah sebentar bagi jemaah yang berasal dari Indonesia.

Direktur layanan mobilitias pada Kepresidenan Dua Masjid Suci, Saleh Hossawee, mengatakan bahwanya batas usia tersebut ditetapkan untuk memastikan kesehatan bagi jemaah dan pengunjung.

Kesehatan memanglah harus dijaga dengan baik. Baik berada di negara sendiri terlebih ketika beradaA� di negara lain yang iklim dan budayanya berbeda jauh dengan Indonesia. Maka dari itu, sebisa mungkin jemaah haji tetap menjaga kesehatannya sendiri. Namun, jika jemaah yang sudah mengalami kelumpuhan atau dirasa tidak kuat mengitari kaa��bah atau serangkaian haji yang lain, jemaah bisa menggunakan jas kursi dorong yang telah tersedia.

Menggunakan jasa pendorong kursi roda bukanlah sifat manja dari jemaah haji, tetapi untuk menjaga kesehatan. Karena jika terlalu capek, jemaah haji akan semakin buruk keadaannya. Jasa pendorong ini sangat bermanfaat bagi jemaah haji yang berkebutuhan khusus. Jasa pendorong digunakan agar jemaah haji yang drop, tetap bisa menjalankan ibadah haji atau umrah, dan jemaah haji yang lain juga tetap fokus dalam menjalankan rangkaian haji, tanpa terganggunya jemaah haji yang sakit atau tidak bisa berjalan.

Menurutnya, banyak jamaah haji dan umrah mengeluhkan ketidakmampuan beberapa pendorong kursi roda untuk mencapai ujung jalur antara gunung Safa dan Marwa. “Ketika keluhan ini diulang, kepresidenan mengeluarkan keputusan untuk mencegah orang berusia di atas 60 tahun melakukan pekerjaan itu,” kata Hossawee, dilansir dariA�Arab News.

Mendorong kursi roda adalah salah satu pekerjaan yang paling umum dilakukan untuk melayani jemaah dan memperbaiki kondisi kehidupan orang-orang yang menganggur, karena dengan mendorong kursi roda saja, masyarakat sudah mendapat berkeping-keping uang. Tetapi, tetap saja, niat tetap dijaga yakni berniat untuk membantu, jangan diniatkan untuk mendapatkan bayaran dan cenderung tidak ikhlas.

Para pendorong ini biasanya berasal dari kalangan mahasiswa yang berasal dari Indonesia yang belajar di Arab Saudi. Pada musim haji, selalu bertepatan dengan libur di kampus. Sehingga waktu libur ini digunakan para mahasiswa untuk membantu saudaranya dalam menyelesaikan ibadah haji. selain itu, mahasiswa juga mendapatkan upah dari apa yang dikerjakannya.