Hati-hati dengan uang penghasilan yang akan dibawa pergi haji ini.

Sahabat ihram, haji saat ini memang sering diidentikkan dengan trend. Bahkan jemaah haji pergi haji maupun umrah dengan keadaan tidak ikhlas atau hanya ingin di panggil atau disegani oleh masyarakat sekitar. Biaya yang dikeluarkan haji maupun umrah tidak sedikit. Harusnya jemaah haji maupun umrah melakukan ibadah hajinya dengan serius dan berhati-hati untuk tidak melakukan kesalahan.

Ini adalah cerita ketika terdapat tetangga saya yang melakukan umrah ketika itu. Beliau adalah salah satu orang yang disegani banyak orang. Hampir semua orang yang meminta pinjaman uang pasti ke rumah beliau. Padahal kabar yang banyak beredar telah diketahui banyak orang terkait pinjaman uang tersebut. Jika terdapat orang yang meminjam uangnya, maka akan di potong 10% dan setiap bulannya dikenakan bunga bersama dengan besarnya pembayaran. Jadi, ketika melakukan pelunasan, orang yang berhutang akan dikenakan biaya lagi.

Banyak masyarakat yang tidak menginginkan hal tersebut. Tetapi bagaimana lagi, karena kebuthan yang mendesak dan mengharuskan orang yang kekurangan untuk meminjam uang kepada orang tersebut. Banyak orang susah yang tambah susah dengan adanya kebijakan tersebut.

Keadaan ketika beliau bersama suaminya pergi melakukan ibadah umrah. Beliau menceritakan bahwasanya. Keadaan di Makkah sangatlah indah kaa��bah dan begitu megah bangunannya. Dalam ceritanya, beliau menuturkan bahwasanya, pada awalnya dia tidak menemukan bangunan kaa��bah, tidak menemukan air zam-zam atau makanan dan minuman yang lainnya. Seketika itu, beliau berkata kepada pemandu dan menceritakan apa yang terjadi pada dirinya. Selain tidak mengetahui apapun, pasangan suami istri tersebut juga merasakan udara yang sangat panas. Padahal, jemaah umrah lain tidak merasakan panas yang menyengat.

Mungkin inilah adzab yang diberikan Allah SWT kepada orang tersebut. Selain mendapatkan adzab di Arab Saudi, dia juga mendapatkan adzab di tanah air. Anak dan cucunya juga terkena adzab, anaknya mengalami kecelakaan dan cucunya terkena penyakit. Ujian bertubi-tubi datang. Sikap yang ditunjukkan olehnya kepada masyarakat sekita memang tidak mengenakkan. Bahkan, hampir semua orang tidak ada yang suka dengan dirinya. Sikap yang diberikannya bukan lah sikap yang ramah dan bisa bergaul dengan warga sekitar.

Setelah mendapat cerita tersebut, pemandu umrah membawakan segelas air zam-zam dan menuntunnya untuk membaca istighfar dan beberapa asma Allah. Setelah membasuh mata dan badannya, dan dengan keyakinan yang penuh, akhirnya mereka sadar dan bisa melihat dengan jelas lagi.

Setelah mendapatkan adzab di Arab Saudi, beliau akhirnya sadar bahwasanya memperanakkan uang itu tidak baik dan dilarang oleh Allah SWT. Dan ketika itu, semua orang yan berhutang pada dirinya tidak akan dikenakan bunga dan beliau saat ini telah rajin untuk bersedekah baik di masjid maupun ke yang lain.

Sahabat ihram, semoga kisah ini bisa menginspirasi untuk dijadikan pelajaran bagi semua orang. Semoga bermanfaat.