Inilah pengelolaan dana haji yang harus sama-sama kita ketahui.

Permasalahan yang sangat sering dibahas adalah permasalahan dana. Ketika biaya haji naik, banyak elemen masyarakat yang tidak sepemikiran dan cenderung tidak menilainya dengan keburukan bahkan curiga akan mengalirnya dana tersebut. Sedangkan yang kita tahu, bahwasanya pemerintah juga telah menyiapkan pelayanan yang baik untuk jemaah haji. namun, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan oleh beberapa pihak, maka masyarakatjuga harus tau arah dari dana haji tersebut. Pengelolaannya bagaimana, penegeluarannya digunakan untuk apa saja. Karena dana haji dangat serius dan harus segera diselesaikan.

Sebelumnya,A�indirect costA�haji tahun 2018 sebesar Rp 6,33 triliun, sementara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) hanya sanggup membantu sebanyak Rp 5 triliun dari dana optimalisasi haji tahun ini. Artinya masih ada kekurangan sebesar Rp 1,33 triliun di tahun ini.

Namun, Ketua Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Noor Achmad mengatakan masih ada sisa dana optimalisasi haji dari tahun-tahun sebelumnya sebesar Rp 3,3 triliun sehingga masih aman. Menurutnya, angka Rp 1,3 triliun itu tidak kecil. Bisa berdampak besar bagi kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Hemat saya, semua pengeluaran dan pengelolaan dana haji harus transparan. Artinya jemaah haji perlu tahu,” kata Dadi.

Ia menjelaskan terkait selisih dana Rp 1,3 triliun di tahun ini yang harus segera dilakukan adalah menghitung kembali. Bagaimana selisih dana bisa terjadi? Anggota DPR menduga ada salah hitung oleh BPKH, apakah benar? Mungkin perlu menghitung kembali untuk efisiensi biaya haji tahun ini.

Jika dana yang dibutuhkan bisa di minimalisir, maka tinggal dihitung dari mana sebaiknya sumber untuk menutupinya. Harus dirembukkan antara DPR, BPKH, Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) dan Kementerian Agama RI (Kemenag RI). Semuanya harus melalui koridor yang berlaku dan disepakati.

“Artinya DPR tidak bisa memaksa BPKH untuk menggelontorkan hasil optimalisasi dana haji tahun-tahun sebelumnya, jika itu memang bukan peruntukannya, semoga ada titik terang dan jalan keluar untuk masalah ini,” katanya.

Tetapi, bukan hal yang mudah dalam menimbang dan memutuskan terkait biaya haji tahun ini. karena sistem yang diberlakukan di Arab Saudi. Aturan di Arab Saudi bahwasanya, haji pada tahun ini mengalami kenaikan karena adanya pajak yang diberlakukannya. Selain pajak yang naik, pihak Indonesia juga menginginkan pelayanan haji di tahun ini ditingkatkan dan terdapat beberapa tempat yang harus di perbaiki.

Sahabat ihram, walaupun biaya haji naik, kita harus tetap menata niat haji hanya kepada Allah saja, bukan karena ingin panggilan atau apa. Dan yang terpenting adalah jemaah haji di tahun ini mengetahui arah dari dana yang mereka keluarkan. Jika dana yang mereka keluarkan tidak sesuai, maka jemaah haji bisa membicarakannya dengan panitia. Tapi itu bukanlah hal yang harus dituntut karena panitia haji sudah menyiapkan semua peralatan jemaah haji dengan sebaik-baiknya.