Ummat islam khususnya harus jeli dan waspada dengan beberapa rencana tak terkira ini.

Setelah beberapa negara yang menolak internasionalisasi haji, kini Arab Saudi angkat bicara terkait hal tersebut. Arab saudi merupakan negara yang memiliki daya tarik tersendiri. Hampir setiap hari tidak pernah sepi oleh wisatawan baik lokal maupun internasional. A�Wisatawan yang berkunjung tidak hanya melakukan ibadah haji saja, tetapi juga terdapat beberapa tempat wisata lainnya. Jika negara-negara yang telah menjalin kerjasama baik dengan A�Arab Saudi terkait haji menolak internasionalisasi haji maka Arab Saudi seharusnya juga harus menolak internalisasi haji.

“Upaya ini merupakan pelecehan terhadap Tanah Suci dan terhadap umat Islam. Tentu penolakan ini merupakan refleksi yang muncul dari dunia Islam yang menolak upaya pelecehan terhadap tempat suci umat Islam dan kaum Muslimin,” kata Osama dalam konferensi Pers ‘Penolakan Internaisonalisasi 2 Tanah Suci dan Pengelolaan Haji/Umrah’ di Gedung Rektorat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kota Bandung. (17/3).

Dengan pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwasanya Pemerintah Arab Saudi menolak segala bentuk politisasi atauA�internasionalisasi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Arab Saudi menilai gagasan tersebut justru melecehkan dua Tanah Suci yang menjadi tempat ibadah haji.

Duta Besar Arab Saudi Osama bin Muhammad Abdullah mengatakan bahwasanya masyarakat Muslim di seluruh dunia tentu menolak dengan tegas upaya pihak-pihak yang akan mengacaukan Tanah Suci. Salah satunya dengan politisasi ibadah haji dan umrah. Osama menuturkan politisasi haji dan umrah ini juga bentuk pelanggaran terhadap perjanjian internasional yang sudah diakui seluruh pihak. Arab Saudi sebagai negara berdaulat memiliki kewenangan mutlak untuk mengelola aset di negaranya sendiri.

Kemudian, ia pun mengumpamakan internasionalisasi haji dan umrah dengan masjid istiqlal. a�?jika kondisi tersebut terjadi di Indonesia, misalnya Masjid Istiqlal ingin dikelola sebagian tanahnya oleh negara lain. Indonesia pun pasti akan menolak dan mengupayakan apa pun untuk mempertahankan Masjid Istiqlala�?.

“Ini pelanggaran terhadap kedaulatan dari Kerajaan Arab Saudi,” ujarnya.
Menurutnya tidak ada alasan yang bisa melatarbelakangi pengambilalihan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Sebab, seluruh Muslim di dunia mengetahui pemerintah Arab Saudi membenahi sistem penyelenggaraan haji dan pengelolaan dua Tanah Suci secara terus-menerus. Selain itu, negara Indonesia adalah negara dengan peserta haji dan umrah paling banyak dan terbesar di dunia bisa melihat sendiri kondisi Makkah dan Madinah dari waktu ke waktu. “Jemaah Indonesia yang datang ke Makkah dan Madinah untuk kepentingan haji dan umrah sampai satu juta orang, yaitu 800 ribu jemaah umrah dan 200 ribu peserta haji. Mereka sangat tahu bagaimana kondisi dan pelayanan disana,” ucapnya.

Maka dia pun mengajak jemaah haji dari semua negara untuk menolak rencana politisasi atau menolak internasionalisasi haji dan umrah. Dengan senang hati, semua negara terkait menyambutnya dengan senang hati dan akan membantu Arab Saudi untuk menolak internasionalisasi haji dan umrah.