Inilah yang menyebabkan keindahan gunung yang dimulyakan ini hilang.

Umrah adalah hal yang sangat dinantikan selain ibadah haji. Umrah sebaiknya dilakukan dengan hati yang suci dan bersih lillahi taa��ala tanpa ada niatan apapun. Ketika melakukan umrah, biro perjalanan juga pasti menawarkan beberapa paket wisata yang bisa dikunjungi di negara maupun kota-kota yang bernuansa sejarah Islam. Tidak jarang, jemaah haji maupun umrah mengunjungi Jabal Rahmah dan Jabal Uhud.

Dalam istilah Arab, Jabal berarti bukit atau gunung. Jabal Rahmah merupakan gunung kecil yang terdiri dari batu-batuan besar dan terletak sekitar 1,5 km dari Masjid Namira. Pada puncak Jabal Rahmah, terdapat tiang berbentuk segi empat dengan ukuran lebar 2 meter dan tingginya 8 meter. Untuk mencapai puncaknya, pengunjung bisa menaiki tangga yang berjumlah 168 buah anak tangga.

Terdapat tapak batu disekitaran Jabal Rahmah yang pada zaman Rasulullah, tapak batu ii digunakan untuk tempat wukuf di hari Arafah pada saat melaksanakan haji wadaa��. Dan ditempat inilah Allah menurunkan Al-Maidah ayat 3 kepada Rasulullah. Dan ditempat ini pula, Nabi Adam dan Siti Hawa dipertemukan kembali setelah 100 tahun berpisah. Hal inilah yang mengakibatkan banyak jemaah yang menginginkan untuk melakukan wukuf di bekas tempat wukuf Rasulullah.

Jabal Uhud merupakan bukit terbesar dikota Madinah. Bukit ini terletak 5 km dari pusat kota Madinah. Lokasi ini terletak di pinggir jalan Madinah menuju Makkah. Bukit ini adalah saksi sejarah dari perang dahsyat yang dialami oleh Kaum Muslimin melawan Kaum Musyrikin Makkah, yang ketika itu, Kaum Muslimin berjumlah 700 orang dan Kaum Musyrikin berjumlah 3000 orang. Kaum Muslimin yang gugur ketika itu mencapai 70 orang, tetapi dengan mendapatkan pertolongan dari Allah, akhirnya perang tersebut dimenangkan oleh Kaum Muslimin dengan jumlah tentara yang lebih sedikit dari Kaum Musyrikin. Jika dilogika, sangat tidak mungkin untuk melawan bahkan memenangkan perang tersebut. Namun, dengan pertolongan dan ridha dari Allah, Kaum Muslimin bisa memenangkannya.

Namun, saat ini, batu-batu yang terdapat dikedua jabal tersebut tidaklah indah seperti dahulu. Kini, batu-batuan itu banyak ditulis nama orang yang telah berkunjung kesana. Terdapat jemaah yang menuliskannya dengan menggunakan cat atau spidol. Dan herannya, orang Indonesia pun turut mengikutinya. Banyak dari batu-batuan ditemukan nama atau bahkan disertai asal negaranya. Hal inilah yang membuat banyak orang akan mengikuti hal tersebut. Padahal, kita tidak boleh merusak apapun yang berada di tempat tersebut.

Sahabat ihram, ini merupakan tindakan yang tidak patut untuk kita contoh, dan jangan sekali-kali kita melakukan hal tersebut. Jadilah jemaah yang taat aturan dan tidak berbuat yang dilarang oleh agama maupun pemerintah setempat. Sudah selayaknya ketika kita bertamu ke negara orang, kita harus tetap ikut menjaga fasilitas atau apapun yang berada di tempat tersebut.