Jika Ingin Menjadi Pengganti Jamaah Haji yang Gagal Berangkat, Penuhi Hal Berikut Ini

0
181

Haji ternyata bisa digantikan kepada para ali waris yang batal berangkat.

Setelah ditetapkannya kebijakan terkait penggantian calon jemaah haji yang wafat dan boleh digantikan oleh ahli waris, kini terdapat syarat yang dikemukakan oleh pemerintah terkait penggantian colan jemaah haji yang wafat. Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali mengatakan bahwasanya penggantian jemaah wafat tersebut bisa dilakukan ahli waris dengan tanpa mendaftar ulang. Namun, terdapat syarat yang harus dipenuhi oleh ahli waris, diantaranya adalah calon jemaah haji yang meninggal telah masuk dalam porsi pemberangkatan tahun ini.

“Jadi bukan yang tiga tahun lagi atau berapa tahun ke depan (yang boleh diganti), tapi yang masuk kategori jemaah porsi tahun ini,” ujar Nizar saat menjadi pembicara kegiatan Diseminasi Advokasi Haji di Kawasan Sentul, Bogor.

Penggantian jemaah haji yang wafat tersebut nantinya akan dilimpahkan kepada orang yang ditunjuk atau ahli waris atau orang yang ditunjuk oleh ahli waris. Kemudian, ahli waris berembuk menyepakati seseorang yang akan menjadi pengganti calon jemaah yang wafat tersebut. Jadi, tidak harus ahli waris yang menggantikannya. Karena terkadang, ahl waris belum siap jika tahun ini akan berangkat, terlebih dengan adanya duka yang mendalam yang dibawanya ke Tanah Suci.

“Segera diurus proses pelimpahan dengan kesepakatan keluarga. Kesepakatannya ahli waris untuk menyerahkan kepada siapa. Urus suratnya dengan meminta tanda tangan semua ahli waris, juga tanda tangan RT, RW dan kecamatan,” kata dia.

Setelah proses itu, data tersebut terkait jemaah haji pengganti bisa langsung diserahkan kepada Kementerian Agama untuk dilakukan pendataan ulang. Pembahasan penggantian calon jemaah haji yang wafat sebetulnya sudah dilakukan sejak lama.

Kebijakan ini bermula dari kepedulian bagi keluarga calon jemaah haji yang meninggal dunia. Dikhawatirkan, kesedihan anggota keluarga semakin bertambah bila kuota haji yang sudah dibayar lunas terpaksa dikembalikan atau harus mendaftar ulang jika ada ahli waris yang akan menggantikannya. Karena setiap keluarga jemaah yang meninggal berbeda-beda pendapat. Ada keluarga yang ingin meneruskan atau menggantikan jemaah haji yang wafat dengan tidak menggantikannya secara langsung atau terjadi ditahun tersebut melainkan melaksanakan haji di tahun berikutnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwasanya mulai tahun ini Kemenag akan menerapkan sistem pergantian calon jemaah haji kepada ahli waris bila wafat sebelum berangkat ke tanah suci. Menurut dia, Komisi VIII DPR juga telah menyampaikan pandangannya terkait kebijakan baru ini.

Kebijakan ini sangat membantu ahli waris, karena keinginan untuk melakukan ibadah haji adalah impian semua umat muslim yang sudah mampu dalam artian fisik maupun material. Dan inilah yang harus dipahami oleh beberapa orang untuk menjalankan ibadah haji dengan rasa ikhlas dan penuh dengan keridhaan.

LEAVE A REPLY