Lagi, Tips Agar Tidak Tertipu Travel Nakal

0
59

Tips ini penting untuk diketahu oleh para calon jamaah umroh/ haji.

Haji merupakan ibadah wajib yang harus dilakukan oleh umat manusia yang sudah siap dalam artian siap secara fisik dan mental. Fisik dalam artian kuat dalam hal tenaga dan mental dalam artian psikologis. Ibadah haji juga memerlukan biaya yang tidak sedikit, banyak yang perlu di siapkan dari pelaksanaan haji. salah satunya adalah biaya untuk keluarga di rumah dan biaya yang dikeluarkan ketika di Arab Saudi.

Banyak travel umrah maupun haji yang melakukan kecurangan dalam hal operasional. Banyak orang yang tertipu dengan adanya travel abal-abal. Travel yang sering melakukan kebohongan ini merupakan travel yang tidak mematuhi aturan dari pemerintah dan pasti tidak terdaftar di web Kementerian Agama RI. Menurut dana YLKI, pada 2017 lalu terdata sekitar tujuh agen perjalanan umrah yang diajukan, dan terdapat sekitar 30 ribu jemaah yang tertipu dan tidak mendapatkan kejelasan keberangkatan. Salah satu agen terbesar adalah First Travel yang saat ini tengah menempuh jalur hukum.

“Sebenarnya masih ada travel nakal lain, tapi jumlahnya tidak sebesar first travel dan abu tours.” Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo.

Menurut dia, modus yang selama ini digunakan oleh travel nakal atau travel abal-abal adalah dengan kedok agama. Selain itu, menjamurnya penipuan berbasis perjalanan umroh ini juga didukung oleh lemahnya pengawasan Kemenag. Dia juga mengatakan bahwasanya, seharusnya kasus jemaah yang gagal berangkat itu dapat dijadikan momentum untuk perbaikan tata kelola umrah dan haji. Selain itu wacana untuk mendirikan badan khusus penyelenggara umrah dan haji, kata dia layak didukung agar Kemenag dapat fokus sebagai regulator bukan penyelenggara.

Selain itu, Sudaryatmo juga menyarankan bagi para jemaah yang ingin menggunakan jasa travel untuk perjalanan umrah, agar tidak tergiur dengan tawaran harga yang murah dan pastikan tertera nya tanggal keberangkatan sebelum melakukan transaksi. Jika perlu, jemaah haji atau umrah dan penyelenggara dapat melakukan pertemuan langsung dan perjanjian secara tertulis untuk menghindari segala kemungkinan terburuk yang sering terjadi ketika melakukan haji.

“Harusnya ada perjanjian antara jemaah dengan agen penyelenggara, dimana jika perjalanan itu tidak terpenuhi maka travel wajib memberikan dana konpensasi atau ganti rugi,” ucap dia.

Sudaryatmo juga memberikan beberapa tips untuk membedakan agen perjalanan resmi dan palsu:

Pertama, dengan melihat perbandingan harga, pastikan agen tersebut mematok dengan harga yanh sesuai dengan pasaran (tidak terlalu murah atau tidak terlalu mahal).

Kedua, usahakan untuk selalu berkomunikasi langsung dengan penyelenggara, dan bukan melalui perantara. Karena jika melalui perantara ditakutkan terdapat informasi yang belum diketahui oleh jemaah.

Ketiga, pastikan agen perjalanan tersebut terdaftar dalam asosiasi penyelenggara umroh dan haji. Terakhir, kenali secara jelas profil dari penyelenggara perjalanan sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi.