Ayo jadi jamaah umroh yang cerdas dan anti penipuan agar tidak seperti jamaah ini.

Banyak berita yang mengemukakan bahwasanya saat ini terjadi lagi jemaah umrah yang terlatar di Arab Saudi dan mereka belum di pulangkan ke Indonesia. Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI kembali mendapat laporan jemaah umrah yang tertunda pulang. Jemaah umrah asal Jakarta ini mengalami permasalahan sejak keberangkatannya dari Indonesia. Dengan beberapa kali ketidaksesuaian agenda pemberangkatan, mereka tetap melanjutkan perjalanan ke Tanah suci karena tekat ibadahnya dan masih mempercayai itikad baik yang masih ditampakkan oleh biro perjalanan, tetapi ketika berada di Arab Saudi, jemaah tersebut belum bisa dipulangkan karena beberapa hal.

a�?Awalnya kami dijanjikan berangkat pada tanggal 29 Maret, tapi diundur tanggal 31 Maret. Namun gagal berangkat karena permasalahanA�check-inA�di terminal 2F Gandara Soekarno-Hatta. Kemudian kami diinapkan di hotel Bengawan selama dua malam. Lalu mencoba berangkat keA�airportA�kembali namun gagal karena tidak mendapat kodeA�booking.A�Akhirnya menginap di hotel Eliya Bandara 1 malam tanpa fasilitas makan,” tutur Hendra kepada tim media KUH.

Pada akhirnya, jemaah tersebut diberangkatkan pada tanggal 4 April dengan menggunakan Saudia Airlaines dengan tujuan Madinah. Namun perusahaan travel tersebut masih mengenakan tambahan biaya pada saat pemberangkatan. Besaran biaya tambahan tersebut beragam, 22 orang dikenakan Rp 3 juta, dan 4 orang Rp 7,5 juta.

a�?Kami diberangkatkan tanggal 4 April 2018 dengan menambah dana 3 juta rupiah perorang untuk 22 orang dan 7,5 juta perorang untuk yang 4 orang lagi. Berangkat dengan Saudi Airlaines tujuan Madinah,” lanjut Hendra.

Setelah sampai di kota suci, Hendra mengaku bersyukur karena ibadah umrahnya telah tertunaikan dan perjalanan lancar danA�handling-nya bagus. Namun saat jadwal kembali ke Tanah air tiba, ternyata tiket pulang (return) tidak ada. Agenda perjalanan sementara sampai di Jeddah, akhirnya menginap di apartemen. Pada kesempatan yang sama, Konsul Haji juga menyampaikan upaya yang bisa dilakukan timnya dan pihak pemerintah untuk menyelesaikan kasus tersebut. Serta menginformasikan hak bagi jemaah umrah ketika melaksanakan agenda ibadahnya ke Tanah Suci.

a�?Yang bisa kita lakukan sekarang adalah kita kejar provider visanya, karenaA�providerA�visanya itu punya jaminan keuangan di kementerian agama. Kalau kita menekan travel yang tidak punya izin ia tidak ada sangkut-pautnya. Di sini pun dengan pihak di wilayah Saudi yang akan dikonformasi adalah pihakA�providerA�visanya juga. KarenaA�providerA�visa di sini yang punya jaminan keuangan 2 juta riyal di Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.A� Yang itu bisa diambil ketika ia dilaporkan tidak memulangkan jemaahnya. Karena ketika jemaah datang kesini harus dipastikan aman, aman akomodasinya aman transportasinya, aman kateringnya. Kalau 3 hal ini tidak aman maka akan diberikan sanksi oleh kementerian haji,” tutur Dumyathi.

Sahabat ihram, sudah menjadi hal yang penting bahwasanya kita diharuskan lebih waspada terkait biro perjalanan yang mengundur-undur waktu keberangkatan dan sifatnya tidak jelas atau bahkan tidak terdaftar di Kementerian Agama. Hindarilah biro travel yang seperti itu. Sebab, bisa jadi nasib anda akan sama dengan jemaah yang ditelantarkan di Arab Saudi.