Setiap tahun Pemerintah Arab Saudi menargetkan ada penambahan jamaah haji.

Selain ibadah umrah yang setiap tahunnya mengalami kenaikan ternyata ibadah haji juga mengalami kenaikan setiap tahunnya seiring perkembangan fasilitas yang ada di tempat berlangsungnya ibadah haji. Sebuah penelitian, yang dilakukan oleh perusahaan keuangan mengharapkan jumlah peziarah haji meningkat menjadi empat juta pada 2025 dari 2,3 juta jemaah haji pada tahun lalu. Dikatakan nantinya akan ada proyek senilai 200 miliar Real untuk mengakomodasi mereka.

Penelitian yang dilakukan oleh Perusahaan Keuangan Al-Khabeer, yang akan dipresentasikan kepada Forum Ekonomi Makkah yang dibuka pada hari Ahad dan akan berlanjut sepanjang tahun. Perusahaan ini secara khusus memuji bandara internasional baru di Jeddah yang setiap tahun akan menampung lebih dari 30 juta penumpang dan juga memuji proyek transportasi umum lainnya termasuk Kereta Ekspres Haramain yang menghubungkan Madinah dengan Makkah melalui Jeddah dan Rabigh.

Kereta Ekspres Haramain akan mengangkut lebih dari satu juta penumpang setiap tahun hingga 2022. Adanya kereta ini akan menambahkan jumlahA� peziarah Umrah diperkirakan akan naik hingga 30 juta pada tahun 2030. Padahal saat ini jumlah jemaah umrah saat ini sekitar delapan juta jemaah.

Mengutip data statistik resmi, penelitian itu mengatakan bahwasanya jumlah peziarah tahun lalu adalah 2.352.122 orang dari mana 1.752.014 orang berasal dari luar dan 600.106 orang adalah peziarah domestik. Penelitian ini juga mengharapkan adanya peningkatan jumlah peziarah haji dan umrah. Selain itu, dengan meningkatnya jemaah haji dan umrah maka ada upaya untuk meningkatkan peluang investasi di Makkah terutama di sektor perhotelan dan banyak hotel serta apartemen yang dilengkapi dan diharapkan akan dibangun untuk mengakomodasi peningkatan jumlah tamu Allah.

Selain mengharapkan investor domestik, pemerintah Arab Saudi juga mengharapkan investasi luar negeri. Hal ini dapat membantu pemerintah Arab Saudi dalam mengembangkan atau mempromosikan wisata atau bahkan mengajak saudara untuk melakukan haji maupun umrah.

a�?Perbaikan saat ini dalam infrastruktur dasar, transportasi dan komunikasi akan semakin memperkuat posisi Makkah sebagai surga investasi,a�? kata studi tersebut. Ia juga mengatakan perluasan Masjidil Haram adalah faktor dasar lain untuk membantu menjadikan kota suci tempat yang layak untuk investasi.

penelitian ini mengharapkan sejumlah jaringan hotel internasional untuk datang ke Mekkah dalam waktu dekat setelah proyek perumahan Jabl Umm Ali membangun lebih dari 10.000 unit perumahan selesai. Dikatakan bahwa bisnis ritel, yang sejauh ini belum dieksploitasi dengan semestinya, juga akan berkembang. Penelitian ini mengatakan bahwasanya pengeluaran oleh peziarah pada komoditas, bahan makanan dan hadiah akan secara positif mencerminkan nilai tukar riyal.

“Perusahaan-perusahaan haji dan umrah dan pendirian tawafa akan mendapat manfaat dari belanja para peziarah di pasar lokal,” katanya.