Wajib Baca; Inilah Tata Cara Berbuka Puasa Ala Rasulullah

0
188

Umat Islam sebentar lagi akan melaksanakan puasa Ramadhan, Ketahui cara buka ala Rasulullah ini.

Ibu merupakan pendidik pertama bagi anak-anaknya. Ibu jugalah yang mengatur keperluan bahkan kebiasaaan yang dapat tertanam kuat pada diri seorang anak, dan seakan kebiasaan itu akan dibawanya sampai dia menuju masa depannya. Ibu adalah pendamping bagi anak-anaknya. Jika ibu tidak mengajarkan apa yang diajarkan oleh

Rasulullah dan sahabatnya, maka bisa jadi, anak akan mudah terpengaruh oleh dunia luar. Semua yang dilakukan oleh anak, baik sikap maupun yang lain itu adalah cermin bagaimana seorang ibu mendidiknya. Maka dari itu, didiklah anak seperti yang dilakukan atau perilaku yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Agar kita mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW. Apa yang telah di ajarkan oleh Rasulullah SAW akan mendapatkan banyak manfaat dan yang pasti selalu dalam keadaan yang baik. Dalam artian makanan yang dimakan adalah makanan yang tidak mengandung mudharat.

Hal yang paling kecil adalah ketika melakukan buka puasa, ketika ibu tidak mengajarkan tata cara berbuka ala rasulullah, mungkin dia tidak berdoa atau langsung makan dalam keadaan banyak maupun yang lain. Maka dari itu, seorang ibu haruslah mengetahui tata cara berbuka ala Rasulullah SAW. Berikut adalah tata cara melakukan buka puasa ala Rasulullah SAW:

  1. Ucapkan kata Bismillah terlebih dahulu kemudian batalkan puasanya ketika mendengar adzan maghrib. Namun dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, sebelum membatalkan puasa, berdoalah untuk anda, artinya berdoalah untuk hajat anda. Terkadang ada teman yang minta untuk didoakan sebelum dia membatalkan puasa.
  2. Setelah membatalkan puasa, barulah berdo’a sebagaimana diriwayakan dalam sebuah hadist, “Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam apabila telah berbuka puasa, beliau berdoa : Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaallah.Yang artiya “Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.”

Sebagian diantara kita pasti betanya-tanya mengapa membatalkan puasa terlebih dahulu baru kemudian berdo’a. Padahal biasanya untuk membatalkan puasa diawali dengan do’a. Hal ini dikarenakan Lafadz hadits “telah berbuka”, artinya Rasulullah saw telah membatalkan puasanya yaitu sesudah makan kurma atau minum air. Kemudian Lafadz do’a ketika berbuka “telah basah kerongkongan” ini menunjukkan sudah makan dahulu dengan pembuka. Kesimpulannya doa berbuka puasa  dibacakan setelah membatalkan puasa terlebih dahulu bukan sebaliknya.

Ketika mengajarkan kepada keluarga atau anak, maka lebih baik dijelaskan dengan bahasa yang rendah atau bahasa yang mudah dimengerti anak-anak. karena anak-anak selalu menanyakan hal yang baru. Selain mengajarkan kepada anak-anak, hal tersebut sebaiknya juga diajarkan kepada orang dewasa yang telah terlanjur menggunakan kebiasaan yang lalu, yakni berdo’a dahulu sebelum membatalkan puasa. inilah persepsi yang yag harus segera di rubah, karena Rasulullah SAW membatalkan puasa terlebih dahulu sebelum membaca doa puasa.