Pengalaman Haji; Ini yang Terjadi Pada Jamaah yang Suka Marah

0
460

Semasa hidupnya sebelum haji jamaah ini suka marah, dan saat di Makkah, inilah yang terjadi.

Sahabat ihram, pastilah kita sebagai umat muslim mengetahui haji itu adalah ibadah wajib yang harus dilakukan oleh semua umat muslim yang mampu dalam hal fisik dan finansial. Banyak kejadian aneh maupun mistis ketika melakukan ibadah haji. Tidak jarang jemaah haji asal Indonesia pun juga banyak yang mengalami hal demikian. Banyak cerita yang dibawa oleh jemaah maupun pemandu jemaah haji ketika melakukan haji. ini adalah cerita dari salah satu jemaah haji yang di latar belakangi atau ketika di tanah air, beliau tidak luput dari wajah dan emosi atau bisa di bilang suka marah-marah. Marah-marah kepada siapapun baik yang berbuat salah ataupun hanya berbuat salah sekecilpun.

Beliau adalah orang yang memiliki harta cukup dan beliau memiliki toko kelontong di suatu daerah. Banyak pekerja yang terkena marah hampir setiap hari hanya karena masalah yang sepele. Tapi, apalah daya seorang pekerja yang hanya bisa menuruti apa kata ibu bos atau bahkan bapak bos., karena kalau tidak begitu bisa jadi dia akan tidak dipekerjakan lagi.

Saat ini mencari pekerjaan sangat susah, maka dari itu para pekerja tidak bisa berkata apapun jika dia di marahi. Tidak hanya para pekerja saja, tetapi juga kepada pelanggan atau kepada pembantunya atau bahkan kepada anaknya. Beliau juga memasang wajah yang garang. Kepada pembantunya dia tidak pernah bersabar sedikitpun, tidak jarang pembantunya selalu dimarahi karena salah memenuhi kebutuhannya atau yang lainnya.

Hal ini berbalik ketika beliau melakukan ibadah haji di tanah suci. Masa pemberangkatan ke tanah suci tidak ada kendala sedikitpun, tapi ketika berada di Arab Saudi, disanalah beliau merasakan ada yang aneh dalam dirinya. Beliau mulai di marahi oleh petugas kepolisian karena tidak mengetahui isyarat yang diperintahkan, tidak hanya itu, ketika melakukan ibadah haji, beliau juga di hadapkan oleh wajah jemaah haji yang gerang dalam artian muruh dan terlihat seperti emosi pada dirinya.  Rasa takut selalu ada pada dirinya. Tapi, dia tidak bisa berkehendak apa-apa, tubuhnya yang kecil tidak bisa melakukan apapun dan dia harus menerimanya tanpa menggerutu sedikitpun.

Jemaah haji tersebut menangis dan tidak bisa melakukan apapun selain menangis dan menyesali kejadian yang dia lakukan ketika di tanah air. Ketika itu pula dia becerita kepada pemandu haji dan pemandu mengarahkan beliau untuk bersujud dan banyak beristighfar di hadapan ka’bah. Beliau menangis dan tidak berdaya sedikitpun. Inilah yang harus kita ketahui sebagai umat muslim, bahwasanya kita sebagai sesama umat muslim tidak boleh saling menghina atau bersikap baiklah kepada sesama manusia, karena bisa jadi nanti akan Allah SWT balas ketika di hari akhir atau di kemudian hari.

LEAVE A REPLY