Ummat islam harus mengetahui tentang kaidah-kaidah ibadah ini.

Dalam sebuah ibadah yang telah ditentukan oleh agama, terdapat beberapa kaidah yang harus dilakukan, sesuatu yang di utamakan dan beberapa perbuatan yang dilarang karena kerap mebatalkan. Pun juga puasa ada beberapa hal yang menjadi nilai tambah dalam ibadah puasa atau sering kita sebut dengan sunnah puasa. Salah satunya adalah Mengakhirkan Sahur.

Sahabat ihram, disunnahkan bagi orang yang hendak berpuasa untuk makan sahur. Al Khottobi mengatakan bahwa makan sahur merupakan tanda bahwa agama Islam selalu mendatangkan kemudahan dan tidak mempersulit. Nabi Muhammad bersabda;

a�?Barangsiapa ingin berpuasa, maka hendaklah dia bersahur.a�?

Nabi kita shallallahu a�?alaihi wa sallam memerintahkan demikian karena di dalam sahur terdapat keberkahan. Dari Anas bin Malik radhiyallahu a�?anhu, Rasulullah SAW. A�bersabda,

a�?Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.a�? An Nawawi rahimahullah mengatakan, a�?Karena dengan makan sahur akan semakin kuat melaksanakan puasa.a�?

Makan sahur juga merupakan pembeda antara puasa kaum muslimin dengan puasa Yahudi-Nashrani (ahlul kitab). Dari Amr bin a�?Ash ra, Rasulullah SAW bersabda;

a�?Perbedaan antara puasa kita (umat Islam) dan puasa ahlul kitab terletak pada makan sahur.a�?

At Turbasyti mengatakan, a�?Perbedaan makan sahur kaum muslimin dengan ahlul kitab adalah Allah membolehkan pada umat Islam untuk makan sahur hingga shubuh, yang sebelumnya hal ini dilarang pula di awal-awal Islam. Bagi ahli kitab dan di masa awal Islam, jika telah tertidur, (ketika bangun) tidak diperkenankan lagi untuk makan sahur. Perbedaan puasa umat Islam (saat ini) yang menyelisihi ahli kitab patut disyukuri karena sungguh ini adalah suatu nikmat.a�?

Sahur ini hendaknya tidak ditinggalkan walaupun hanya dengan seteguk air sebagaimana sabda Nabi SAW;

a�?Sahur adalah makanan yang penuh berkah. Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkannya sekalipun hanya dengan minum seteguk air. Karena sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur.

Disunnahkan untuk mengakhirkan waktu sahur hingga menjelang fajar. Hal ini dapat dilihat dalam hadits berikut. Dari Anas, dari Zaid bin Tsabit, ia berkata;

a�?Kami pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam. Kemudian kami pun berdiri untuk menunaikan shalat. Kemudian Anas bertanya pada Zaid, a�?Berapa lama jarak antara adzan Shubuh[ dan sahur kalian?a�? Zaid menjawab, a�?Sekitar membaca 50 ayata�?. Dalam riwayat Bukhari dikatakan, a�?Sekitar membaca 50 atau 60 ayat.a�?

Ibnu Hajar mengatakan, a�?Maksud sekitar membaca 50 ayat artinya waktu makan sahur tersebut tidak terlalu lama dan tidak pula terlalu cepat.a�? Al Qurthubi mengatakan, a�?Hadits ini adalah dalil bahwa batas makan sahur adalah sebelum terbit fajar.a�?

Di antara faedah mengakhirkan waktu sahur sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar yaitu akan semakin menguatkan orang yang berpuasa. Ibnu Abi Jamroh berkata, a�?Seandainya makan sahur diperintahkan di tengah malam, tentu akan berat karena ketika itu masih ada yang tertidur lelap, atau barangkali nantinya akan meninggalkan shalat shubuh atau malah akan begadang di malam hari.a�?

Tetapi bagaimana jika dalam keadaan terpaksa kita melalukan sahur seusai adzan subuh? Bolehkah?

Syaikh a�?Abdul Aziz bin a�?Abdillah bin Baz a��pernah menjabat sebagai ketua Al Lajnah Ad Da-imah (Komisi fatwa Saudi Arabia)- pernah ditanya, a�?Beberapa organisasi dan yayasan membagi-bagikan Jadwal Imsakiyah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Jadwal ini khusus berisi waktu-waktu shalat. Namun dalam jadwal tersebut ditetapkan bahwa waktu imsak (menahan diri dari makan dan minum) adalah 15 menit sebelum adzan shubuh. Apakah seperti ini memiliki dasar dalam ajaran Islam? a�?

Syaikh rahimahullah menjawab:

Saya tidak mengetahui adanya dalil tentang penetapan waktu imsak 15 menit sebelum adzan shubuh. Bahkan yang sesuai dengan dalil Al Qura��an dan As Sunnah, imsak (yaitu menahan diri dari makan dan minum) adalah mulai terbitnya fajar (masuknya waktu shubuh). Dasarnya firman Allah:

a�?Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.a�? (QS. Al Baqarah: 187)

Juga dasarnya adalah sabda Nabi:

a�?Fajar ada dua macam: Pertama, fajar diharamkan untuk makan dan dihalalkan untuk shalat (yaitu fajar shodiq, fajar masuknya waktu shubuh) dan [Kedua] fajar yang diharamkan untuk shalat shubuh dan dihalalkan untuk makan (yaitu fajar kadzib, fajar yang muncul sebelum fajar shodiq).a�? (Diriwayatakan oleh Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro no. 8024 dalam a�?Puasaa�?, Bab a�?Waktu yang diharamkan untuk makan bagi orang yang berpuasaa�? dan Ad Daruquthni dalam a�?Puasaa�?, Bab a�?Waktu makan sahura�? no. 2154. Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim mengeluarkan hadits ini dan keduanya menshahihkannya sebagaimana terdapat dalam Bulughul Marom)

Dasarnya lagi adalah sabda Nabi SAW:

a�?Bilal biasa mengumandangkan adzan di malam hari. Makan dan minumlah sampai kalian mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum.a�? (HR. Bukhari Muslim)

Sahabat ihram hal ini memang diperbolehkan dna menjadi sunnah, namun mengakhirkan yang dimaksud alangkah baiknya tidak mendekati waktu-waktu yang menjadi batas diperbolehkannya sahur. Semoga Allah senantiasa memudahkan langkah ibadah kita. Amin