Ramadhan di tanah suci dipantau dengan drone sampai ahir bulan.

Melakukan ibadah umrah ketika bulan Ramadhan sama saja dengan melakukan ibadah haji. karenanya, banyak jemaah umrah dari berbagai negara yang melakukan umrah di bulan Ramadhan. Pemerintah Arab Saudi berencana untuk meningkatkan keamanan umrah selama Ramadhan di Makkah. Teknologi Drone akan digunakan guna mendukung rencana tersebut. Hal ini dikarenakan selama bulan Ramadhan, banyak jemaah umrah yang melakukan umrah di Arab Saudi.

Selama bulan Ramadhan, lebih dari 2 juta jemaah umrah tiba di Makkah. Pemanfaatan drone ini guna mengawasi kerumunan yang terjadi. Selain itu, untuk meminimalisir adanya keributan maupun keadaan yang kondusif. Dan untuk mengetahui ketika ada jemaah yang sakit atau terganggu kesehatannya ketika melakukan ibadah umrah. Harian lokal Al-Madina melaporkan, rencana pengamanan jemaah umrah akan meliputi tiga kunci, yakni, aspek keamanan, organisasi dan kemanusiaan.

Wakil komandan pasukan Umrah Mayor Jenderal Mohammed Al-Ahmadi. Al-Ahmadi mengungkap bahwasanya, pihaknya akan memantau pergerakan jemaah dan siap mengeluarkan status siaga apabila tampak tanda-tanda bahaya. Atau ketika ada jemaah umrah yang sedang terkena sakit atau terganggu kesehatannya atau bahkan terlepas atau pisah dengan rombongannya.

“Mereka tidak akan diizinkan memasuki Masjid Al-Haram untuk menjaga keselamatan jemaah,” kata dia. Al-Ahmadi juga menyebutkan bahwasanya tidak akan mengizinkan jemaah masuk ke masjidA´┐Ż Al-Haram dengan barang bawaannya. Hal ini dilakukan karena ditakutkan terdapat barang-barang tajam dan dapat melukai atau meresahkan jemaah yang lainnya.

Tak hanya drone, Pemerintah Saudi juga menyiapkan 2.500 kamera guna memantau kerumunan di Masjid Al-Haram. Selain itu, disiapkan enam stasiun untuk antar-jemput jemaah dari dan ke Masjid Al-Haram.

“Polisi Makkah akan mengelompokkan para peziarah dan pengunjung di Masjidil Haram untuk memfasilitasi masuk dan keluar mereka,” ungkao Direktur Polisi Makkah Mayjen Fahd Bin Mutlaq Al-Ossaimi.

Al-Ossaimi mengatakan bahwasanya operasi pengelompokan juga akan mencakup tempat parkir dekat daerah pusat dan titik masuk ke Haram seperti enam stasiun bus shuttle di Bab Ali, Ban Ajyad, Al-Ghaza, Shuab Amir, Jaroul dan Reia Bakhsh.

Sahabat ihram, tidak heran jika terdapat beberapa jemaah umrah saat bulan Ramadhan yang kelelahan dan terganggu kesehatannya. Karena kondisi dan cuaca yang ditimbulkan dari negara asal ke Mekkah sangatlah berbeda. Dan inilah yang menjadi faktor utama banyak jemaah umrah yang tumbang ketika melakukan tawaf atau ibadah yang lainnya. Padahal, niat untuk melakukan umrah sudah bulat, tetapi jika keadaan atau kondisi tubuh tidak memungkinkan, maka jangan dipaksakan terlebih dahulu. Memang, melakukan ibadah umrah di bulan Ramadhan sangat berat, tetapi jika di dasari dengan niat karena mencari ridha Allah SWT maka keadaan yang berat itu akan berubah menjadi ringan.