Mencium istri saat ia puasa itu ternyata begini hukumnya.

Mencium istri; Bermesraan bagi suami istri merupakan hal sangat wajar. Justru kemesraan halal ini sangat dianjurkan bagi pasangan suami istri agar menambah keromantisan rumah tangganya. Hal-hal kecil seperti memegang tangan, memeluk atau mencium istri terkadang sering reflek dilakukan suami karena bentuk kecintaannya kepada istri. Seorang istri juga bisa melakukan hal hal kecil seperti memeluk atau mencium suami sebagai bentuk kasih sayang dan menambah kerharmonisan dalam berumah tangga. Karena bermesraan dalam rumah tangga memang dianjurkan bagi pasangan yang sudah halal.

Sering dilakukan oleh pasangan suami istri hubungan yang reflek terjadi seperti mencium. Hal ini tidaklah salah atau berdosa karena sudah menyandang status halal atau ikatan yang sah. Hanya saja jika menicum istri atau suami saat berpuasa terkadang seseorang berfikir apaka puasanya masih sah atau batal, atau bahkan bisa merusak pahala puasa. Untuk itu simak yuk ulasan kisah sahabat Nabi yang pernah menanyakan persoalan ini.

Puasa merupakan salah satu ibadah yang mempunyai pahala sangat banyak. Ada juga ibadah puasa sunnah juga wajib. Puasa jua memiliki syarat dan hal-hal yang harus di hindari agar puasanya tidak hanya mendapatkan lapar dan dahaga, melainkan juga mendapatkan pahala.

Seperti halnya puasa tidak boleh menggunjing saudaranya atau berbohong. Karena perbuatan-perbuatan ini bisa merusak pahala puasa. Lantas bagaimana jika mencium istri saat berpuasa? Bagaimana hukumnya?.kel_qsm_wed

Pada suatu waktu di bulan Ramadhan, Sayyidina Umar bin Khattab tak tahan untuk tidak mencium istrinya. Sesaat Umar ingat bahwa ini bulan Ramadhan, maka hebohlah Umar dan bergegas menemui Nabi SAW dan melaporkan kepada Nabi, “Hari ini aku melakukan suatu kesalahan besar, aku telah mencium istriku padahal sedang berpuasa”.

Rasulullah kalem menanggapi Umar, beliau SAW balik bertanya, “Bagaimana pendapatmu jika kamu berpuasa kemudian berkumur-kumur?” Umar menjawab, “Seperti itu tidak mengapa.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Lalu apa masalahnya?” (HR Ahmad)

Saya terpesona membaca riwayat ini. Rasulullah menjawab dengan sekaligus mengajarkan logika. Mencium dianalogikan dengan kumur-kumur. Artinya, tidak sampai meminum air kan? Mencium tidak sama dengan menggauli isteri. Nabi bisa saja menjawab dengan mengatakan, “Tidak apa-apa” secara tegas. Tapi tidak! Kakek Hasan dan Husain ini memilih memberi jawaban dengan logika.

Kelak madzhab Umar yang sering bertumpu pada ra’yu (pertimbangan akal, red) mempengaruhi pandangan para ulama di Kufah (Iraq), termasuk Imam Abu Hanifah. Jadi, menggunakan ra’yu bukanlah sesuatu yang tercela. Bahkan Rasul sendiri yang mengajarkannya.penyebab-pasutri-tidak-nyambung-saat-mengobrol-masalah-dalam-rumah-tangga

Kedudukan Umar di sisi Rasul memang istimewa. Dalam riwayat Bukhari-Muslim diceritakan mimpi Rasulullah sebagai berikut: “Ketika tidur, aku bermimpi bahwasanya aku diberi segelas susu. Setelah itu, aku pun langsung meminum sebagian susu tersebut, hingga aku merasakan kesegaran sampai ke ujung kuku. Kemudian aku berikan sisa susu tersebut kepada Umar bin Khattab.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasul, apa arti mimpi tersebut?” Rasulullah menjawab, “Ilmu”.

Tidak sama dengan berhubungan intim, maka mencium istri atau sebaliknya istri mencium suami saat puasa tidak membatalkan puasa tersebut atau bahkan menimbulkan kerusakan pahala. Jadi bagi pasangan suami yang ingin mencium istrinya saat berpuasa jangan ragu, lakukanlah demi menciptakan suasana rumah tangga yang manis dan harmonis.