Pahamilah cara berzakat fitrah ini wahai muslim-muslimah.

Sahabat ihram, Ramadhan segera usai. Sungguh akan kita rindukan bulan penuh rahmat ini dengan segala limpahan keindahan didalamnya. Di penghujung ramadhan ini kita akan di pertemukan dengan salah satu pemenuhan rukun islam yakni zakat. Zakat merupakan kewajiban yang sudah ditetapkan bagi yang sudah terpenuhi syarat-syaratnya.

Allah berfirman;

U?UZO?UZU�U?USU�U?U?O� O�U�O�U�UZU�UZO�O�UZ U?UZO?UZO?U?U?O� O�U�O?U�UZU?UZO�O�UZ U?UZO�O�U�U?UZO?U?U?O� U�UZO?UZ O�U�O�U�UZO�U?U?O?U?USU�UZ

a�?Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukua��lah beserta orang-orang yang rukua��.a�? (QS. Al-Baqarah: 43)

Juga dalam ayat;

O�U?O�U� U�U?U�U� O?UZU�U�U?UZO�U�U?U�U?U�U� O�UZO?UZU�UZO�U� O?U?O�UZU�U�U?O�U?U�U?U�U� U?UZO?U?O?UZU?U�U?USU�U?U�U� O?U?U�UZO� U?UZO�UZU�U�U? O?UZU�UZUSU�U�U?U�U� O?U?U�U�UZ O�UZU�UZO�O?UZU?UZ O?UZU?UZU�U? U�UZU�U?U�U� U?UZO�U�U�U�UZU�U? O?UZU�U?USO?U? O?UZU�U?USU�U?

a�?Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.a�? (QS. At-Taubah: 103)

Zakat adalah sarana mensucikan setiap diri muslim. Sebagai kewajiban, muslim yang enggan menunaikan zakat dalam keadaan meyakini wajibnya, ia adalah orang fasik dan akan mendapatkan siksa yang pedih di akhirat.

Maka sebelum menunaikan ibadah zakat, alangkah baiknya kita sebagai muslim memahami Ketentuan untuk Zakat Fitrah sebagai berikut ini:

  • Zakat fithri atau zakat fitrah adalah shodaqoh yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim pada hari berbuka (tidak berpuasa lagi) dari bulan Ramadhan.
  • a�?Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu shoa�� kurma atau satu shoa�� gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Zakat tersebut diperintahkan untuk dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat a�?ied.a�? (HR. Bukhari Muslim)
  • Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh: (1) setiap muslim, (2) yang mampu mengeluarkan zakat fitrah. Batasan mampu di sini adalah mempunyai kelebihan makanan bagi dirinya dan yang diberi nafkah pada malam dan siang hari a�?ied.
  • Kepala keluarga wajib membayar zakat fitrah orang yang ia tanggung nafkahnya. Menurut Imam Malik, ulama Syafia��iyah dan mayoritas ulama, suami bertanggung jawab terhadap zakat fithri si istri karena istri menjadi tanggungan nafkah suami.
  • Seseorang mulai terkena kewajiban membayar zakat fitrah jika ia bertemu terbenamnya matahari di malam hari raya Idul Fithri.
  • Bentuk zakat fitrah adalah berupa makanan pokok seperti kurma, gandum, beras, kismis, keju dan semacamnya. Para ulama sepakat bahwa kadar wajib zakat fithri adalah satu shoa�� dari semua bentuk zakat fitrah kecuali untuk qomh (gandum) dan zabib (kismis) sebagian ulama membolehkan dengan setengah shoa��.
  • Satu shoa�� dari semua jenis ini adalah seukuran empat cakupan penuh telapak tangan yang sedang . Ukuran satu shoa�� jika diperkirakan dengan ukuran timbangan adalah sekitar 3 kg. Ulama lainnya mengatakan bahwa satu shoa�� kira-kira 2,157 kg. Artinya jika zakat fithri dikeluarkan 2,5 kg seperti kebiasan di negeri kita, sudah dianggap sah.
  • Zakat fitrah dengan uang tidaklah sah. Abu Daud, murid Imam Ahmad menceritakan, a�?Imam Ahmad pernah ditanya dan aku pun menyimaknya. Beliau ditanya oleh seseorang, a�?Bolehkah aku menyerahkan beberapa uang dirham untuk zakat fitrah?a�? Jawaban Imam Ahmad, a�?Aku khawatir seperti itu tidak sah. Mengeluarkan zakat fitrah dengan uang berarti menyelisihi perintah Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam.a�? (Al-Mughni, 4: 295)
  • Waktu pembayaran zakat fitrah ada dua macam: (1) waktu afdhol yaitu mulai dari terbit fajar pada hari a�?idul fithri hingga dekat waktu pelaksanaan shalat a�?ied; (2) waktu yang dibolehkan yaitu satu atau dua hari sebelum a�?ied sebagaimana yang pernah dilakukan oleh sahabat Ibnu a�?Umar.

Lalu kepada siapa zakat wajib dan utama di berikan?

Inilah mereka-mereka yang berhak menerima zakat dengan sebutan mustahiq, yakni ada 8 golongan sebagaimana telah ditegaskan dalam ayat berikut,

O?U?U�U�UZU�UZO� O�U�O�U�UZO?UZU�UZO�O?U? U�U?U�U�U?U?U�UZO�UZO�O?U? U?UZO�U�U�U�UZO?UZO�U?U?USU�U? U?UZO�U�U�O?UZO�U�U?U�U?USU�UZ O?UZU�UZUSU�U�UZO� U?UZO�U�U�U�U?O�UZU�U�UZU?UZO�U? U�U?U�U?U?O?U?U�U?U�U� U?UZU?U?US O�U�O�U�U?U�UZO�O?U? U?UZO�U�U�O?UZO�O�U?U�U?USU�UZ U?UZU?U?US O?UZO?U?USU�U? O�U�U�U�UZU�U? U?UZO�O?U�U�U? O�U�O?U�UZO?U?USU�U? U?UZO�U?USO�UZO�U� U�U?U�UZ O�U�U�U�UZU�U? U?UZO�U�U�U�UZU�U? O?UZU�U?USU�U? O�UZU?U?USU�U?

a�?Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk [1] orang-orang fakir, [2] orang-orang miskin, [3] amil zakat, [4] para mua��allaf yang dibujuk hatinya, [5] untuk (memerdekakan) budak, [6] orang-orang yang terlilit utang, [7] untuk jalan Allah dan [8] untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksanaa�? (QS. At Taubah: 60).

Sahabat ihram, ayat ini dengan jelas menggunakan kata a�?innamaa�? yang memberi makna hashr (pembatasan). Ini menunjukkan bahwa zakat hanya diberikan untuk delapan golongan tersebut, tidak untuk yang lainnya. Maka dengan pengetahuan ini hendaknya kita memahami dan lebih bijak lgi kepada siapa menyalurkan zakat dan tatacara menunaikannya. Semoga bermanfaat.