Jangan Lakukan ini, Ketika Membadalkan Haji

Sahabat ihram, telah disebutkan diartikel sebelumnya yang membahas tentang hukum badal haji. Disebutkan bahwa badal haji boleh dilakukan oleh siapapun walaupun tidak ada hubungan darah sekalipun. Badal haji banyak dilakukan umat muslim dimanapun berada, salah satu faktor adanya badal haji adalah banyak jemaah yang meninggal terlebih dahulu atau sudah lansia yang tidak mampu untuk berangkat menunaikan ibadah haji. Kondisi tubuh yang kurang mendukung yang dapat menjadikan banyaknya mudhorot jika dipaksakan untuk berangkat ke tanah suci.

Menghajikan orang lain menjadi hal yang biasa dilakukan mahasiswa yang berada di Arab jika musim haji, terutama mahasiswa dari Indonesia. Karena dengan membadalkan haji, maka dia mendapat upah dan dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhannya selama berada di negara lain. Namun terdapat hadist yang diriwayatkan oleh Abu Usman yang menerangkan tentang :

a�?Apabila datang akhir zaman, maka manusia berangkat haji itu ada empat golongan, yaitu para penguasa untuk pesiar (sekedar jalan-jalan), orang-orang kaya untuk berniaga (berdagang), orang-orang miskin untuk meminta-minta,dan ahli qiraa��ah untuk suma��ah (agar didengar orang lain).a�?

Di dalam kitab Ihyaa�� Ulumuddin disebutkan bahwa, di dalam hadist tersebut terdapat isyarat yang menunjukkan tujuan-tujuan di dunia yang berhubungan dengan ibadah haji dan seluruhnya termasuk kedalam sesuatu yang menghalangi keutamaan haji dan tidak termasuk dalam haji khusus.

Kaitannya adalah jika kita membadalkan haji orang lain dengan niat untuk mencari upah, ini yang dilarang. Karena mencari upah atau kehidupan dunia dengan cara amal akhirat, sangat tidak di sukai oleh orang-orang waraa�� dan orang-orang yang berhati kecuali orang-orang yang bermaksud tinggal di Makkah,tetapi dia tidak memiliki bekal maka dia boleh mengambil upah dari membadalkan haji orang lain dengan tujuan tersebut.

Cara yang lebih baik adalah membadalkan haji orang lain dengan niatan untuk beribadah orang lain dengan menganut prinsip tolong menolong. Dalam hadist lain disebutkan bahwa:

a�?Dengan satu haji, Allah Maha Suci memasukkan tiga orang ke syurga, yaitu orang yang berwasiat untuk haji, orang yang melakukannya dan orang yang haji untuk saudaranya.a�?

Pelajaran yang dapat diambil adalah membadalkan haji untuk orang lain boleh dilakukan dengan catatan dalam mengambil upah, tidak boleh diniatkan mencari upah dari amal akhirat, tetapi dengan menggunakan prinsip tolong menolong dan doiniatkan membadalkan haji untuk ibadah.