Layanan haji Indonesia tahun 2018 telah berhasil menambah beberapa fasilitas elit ini.

Haji merupakan ibadah yang bisa dilakukan sekali seumur hidup. Sehingga layanan yang diberikan haruslah memuaskan untuk jemaah haji. agar jemaah haji tidak kecewa dengan pelayanan yang diberikan kepadanya. Terdapat sejumlah terobosan yang dilakukan pemerintah untuk terus memperbaiki layanan haji.

  1. MenambahA�toilet portabledi Mina. Selama ini, antrean panjang di toilet Mina menjadi salah satu yang dikeluhkan oleh jemaah. “Kita bisa bayangkan jika jumlah toilet tidak ditambah, sementara jumlah jemaah kita (sejak tahun lalu) bertambah 51 ribu orang (paska kembali normalnya kuota haji),” kata Nizar.
  2. Terobosan ketiga yakni terkait tas dan koper jemaah. Tahun ini, jemaah mendapatkan tas kabin berupa koper sehingga diharapkan akan memudahkan mobilitas mereka. Tahun-tahun sebelumnya, tas kabin diberikan dalam bentuk tas tenteng. “Semula tas kabin bentuknya tas tenteng yang pasti merepotkan jemaah, tahun ini kita ganti tas kabin berbentuk tas koper dorong,” terang Nizar.
  3. Terobosan yang keempat adalah pelimpahan porsi. Mulai tahun ini, calon jemaah yang meninggal setelah adanya penetapan keberangkatan yang dikeluarkan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada 12 Maret 2018, boleh diganti anggota keluarganya.
  4. Terobosan yang kelima pemeriksaan biometrik dan sidik jari di 13 embarkasi Tanah Air. Selama ini, pemeriksaan biometrik dan sidik jari dilakukan saat jemaah tiba di Bandara Arab Saudi, baik Jeddah maupun Madinah. Akibatnya, antrean di bandara menjadi sangat panjang dan lama, sementara kondisi jemaah lelah usai melakukan penerbangan dari Indonesia. “Ini sangat memangkas waktu pemeriksaan yang biasanya baru selesai empat sampai lima jam, kini hanya perlu dua jam,” ungkap Nizar.
  5. Khusus tahun ini, untuk jemaah yang berangkat dari embarkasi Jakarta dan Surabaya, begitu mendarat di bandara Arab Saudi bisa langsung masuk bus.
  6. Mulai tahun ini, layanan katering bagi jemaah haji Indonesia selama di Makkah juga akan ditambah. Di mana,tahun lalu hanya 15 kali makan, tahun ini bertambah menjadi 40 kali makan.

Hasil survei indeks kepuasan pelayanan haji dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun 2014, indeks kepuasan mencapai 81,52. Angka ini naik menjadi 82,67 di 2015, 83,83 di 2016, dan pada 2017 mencapai 84,85. Tahun ini ditargetkan naik 0,15 sehingga mencapai 85 atau masuk kategori sangat memuaskan.