Bulan Ramadhan telah meninggalkan kita, namun semangat beribadah semoga tetap terjaga. Itulah kenapa Allah berikan rewards bagi kita yang semangat dalam melaksanakan ibadah wajib maupun sunnah.

Setelah berpuasa sebulan penuh, kita juga diberikan kesempatan untuk menggenapkan serta bersemangat dalam menyempurnakan ibadah-ibadah kita. Hadirnya bulan syawal ini, yang memiliki keutamaan sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alahi wasallam,

U�UZU�U� O�UZO�U�UZ O�UZU�UZO�UZO�U�UZ O�U?U�U�UZ O?UZO?U�O?UZO?UZU�U? O?U?O?U�U�O� U�U?U�U� O?UZU?U�UZO�U�U? U?UZO�U�UZ U?UZO�U?USUZO�U�U? O�U�O?U�UZU�U�O�U?

a�?Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.a�? (HR. Muslim)

Menurut para ulama berpuasa seperti setahun penuh asalnya karena setiap kebaikan dikalikan dengan sepuluh kebaikan yang semisal. Berpuasa Ramadhan sebulan penuh sama dengan berpuasa selama sepuluh bulan (30 x 10 = 300 hari = 10 bulan) dan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan berpuasa selama dua bulan (6 x 10 = 60 hari = 2 bulan).

Masya Allah… adakah yang lebih baik balasannya selain balasan kebaikan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Maka marilah berlomba lomba dalam kebaikan, karena Allah telah menyediakan balasan kebaikan yang berlipat-lipat.

Cara melaksanakan puasa Syawal, yaitu :

1. Puasa sunnah dilakukan selama 6 hari,
2. Lebih utama dilaksanakan setelah Idulfitri, namun tidak mengapa jika diakhirkan pada bulan Syawal
3. Lebih utama dilakukan berurutan, namun tidak mengapa jika tidak berurutan
4. Dahulukan untuk menunaikan qodho’ puasa, agar mendapatkan ganjaran puasa setahun penuh. Mengqodho puasa Ramadhan hukumnya wajib, sedangkan puasa Syawal hukumnya sunnah. Maka, sebaiknya ibadah wajib lebih didahulukan daripada yang sunnah.

Semoga bermanfaat.

Wallahu’alam.