Jamaah haji akan dimanjakan dengan berbegai fasilitas mewah agar tidak mudah stress saat beribadah.

Banyak pelayanan terkait perbaikan transportasi atau yang lainnya. Ibadah haji menjadi wajib jika jemaa haji bisa memenuhi beberapa syarat dan rukun yang telah di tentukan di Al-Qura��an dan hadist. Selain itu, jemaah haji juga harus mampu secara materi maupun tenaga. Dalam menjalankan ibadah haji, tentulah seorang jemaah haji membutuhkan tenaga yang lebih, karena setiap melakukan ibadah haji dilakukan banyak di luar ruangan dan bertemu dengan banyak orang dan menguras fikiran atau emosi. Dalam mengupayakan kenyamanan jemaah haji, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memperbaiki pelayanan maupun fasilitas yang ada di Arab Saudi.

Saat ini, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi terus berusaha melakukan inovasi layanan haji. Salah satu di antaranya adalah untuk pertama kalinya menyediakan tempat tidur susun bagi para peziarah haji asal Asia Selatan ketika berada di tenda-tenda Mina. Selama kunjungan ke salah satu kamp di Mina, Menteri Haji dan Umrah Muhammad Arab Saudi, Saleh Bantan, mengatakan bahwasanya kementerian memutuskan menggunakan tempat tidur susun. Tujuanya adalah untuk kenyamanan para peziarah dan ini bukan karena alasan agar bisa menampung lebih banyak peziarah. Selain itu, jemaah haji juga diharapkan untuk saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya.

Kementerian pun memastikan bahwa tempat tidur susun telah memenuhi standar keamanan. Tempat tidur susun memiliki beberapa keunggulan. Mereka menyediakan lebih banyak ruang di dalam tenda. Peziarah dapat menggunakan ruang di bawah tempat tidur untuk meletakkan koper dan barang-barang pribadi mereka.

Seperti yang dilansir dariA�Saudigazete, Bantan mengatakan bahwasanya tempat tidur susun akan digunakan di tenda-tenda para peziarah Asia Selatan.”Tempat tidur susun di Mina ini akan digunakan di tenda-tenda peziarah lainnya jika percobaan tersebut berhasil,” ujar Bantan.

Dalam kunjungan itu Bantan memberi arahan agar semua perusahaan yang terkait dengan penyelengaraan haji untuk mematuhi persyaratan kesehatan maksimum. Ini terutama bila terkait dengan penyedian makanan dan minuman kepada para peziarah. Makanan juga merupakan faktor utama pendukung untuk meningkatkan daya imun jemaah haji. karena ketika melakukan haji, tidak sedikit jemaah haji yang terserang penyakit baik yang diakibatkan oleh pola makan atau yang lainnya.

Namun, pola makan menjadi faktor terpenting karena jika pola makan yang salah, akan mengakibatkan terhambatnya jemaah haji yang melakukan ibadah haji. jemaah haji juga diharapkan untuk tidak membeli makanan yang tidak di anjurkan ketika berada di Arab Saudi. Selain masalah makanan, jemaah haji juga harus menjaga istirahatnya. Jangan berfikir, mumpung lagi di Arab Saudi sehingga di banyakin ibadah dan mengurangi porsi istirahat, itu juga bukan perbuatan yang baik bahkan tidak dianjurkan.