Bolehkah Mengganti Nama Setelah Berhaji?

Saabat ihram, berhaji merupakan rukun islam yang kelima. Setelah melakukannya, orang dapat di kategorikan dalam haji yang mabrur atau haji yang mabur. Jika haji yang mabrur, maka ketika dia setelah melakukan ibadah haji, dia semakin alim dan bersikap seperti yang ada di dalam Al-Qura��an dan menghindari larangan dari Allah SWT. Tanda jika haji tidak mabrur atau haji mabur adalah sepulang dari haji, mereka tidaklah menjadi lebih baik, melainkan menjadi jelek dan malah mendekati perbuatan yang dilarang Allah SWT.

Mengganti nama menjadi hal yang biasa ketika terjadi hal-hal yang kurang diinginkan. Misalnya, nama pemberian orang tua yang memiliki arti negatif atau jelek dan nama yang diberikan itu terkadang dapat menjadikan anak tersebut menderita sakit. Langkah yang di ambil oleh para orang tua adalah mengganti nama tersebut. Dan hukumnya boleh dilakukan, malah menjadi sunnah Rasul. Karena Rasul mengajarkan untuk memberikan nama anak-anak yang baik dan memiliki arti yang bisa mendoakan anak tersebut maupun orang disekitarnya.

Nah, persoalan yang sering muncul ketika selesai melakukan ibadah haji, kebiasaaan untuk mengganti nama setelah melakukan ibadah haji, meskipun namanya sudah baik. Mengganti nama ini sering di lakukan jemaah asal Indonesia dan mengganti namanya ketika berada di Makkah setelah selesai menunaikan ibadah haji. Penggantian nama juga di fasilitasi oleh pemilik KBIH (Kelompok Bimbingan ibadah Haji) dengan memberikan sertifikat penggantian nama, asalkan semuanya hanya di sandarkan kepada Allah SWT. Maka penggantian nama boleh dilakukan, bahkan dalam keadaan tertentu, misalnya nama tersebut memiliki arti yang jelek.

Tetapi jika penggantian nama diniatkan supaya terlihat keren dan kharismatik, itu termasuk dalam berbangga diri yang tentunya dilarang. Penggantian nama dengan maksud ingin memperoleh keberuntungan itu juga di larang dan jelas diharamkan. Karena termasuk dalam meramal nasib dan itu di hukumi haram.

Sebenarnya, keberuntungan atau kerugian atau bahkan kesialan itu mutlak taqdir dari Allah, bukan tergantung nama. Ada orang yang memiliki nama slamet, namun setelah pulang atau setelah melakukan perjalanan, beliau meninggal, ada juga yang memiliki nama bejo, namun ketika melakukan apapun mereka sering mengalami kesialan. Ada juga yang memiliki nama untung, tapi mereka tidak untung dalam berjualan atau melakukan perdagangan tetapi malah mereka rugi setiap melakukan apapun.

Jadi, yang diperbolehkan mengganti nama dengan niat yang optimis dan berharap serta berdoa��a dengan nama haji, Allah memberikan kebaikan dan keberkahan sebagaimana doa yang ada di nama tersebut. Dan semoga dengan penggantian nama tersebut, dapat menjadikan jemaah haji menjadi haji yang mabrur yang semakin baik ibadahnya dan semakin baik perilakunya serta baik di sosisalnya pula. Untuk jemaah haji yang tidak mengganti anamnya juga semoga menjadi haji yang mabrur, semakin baik ibadahnya dan semakin baik perilakunya serta baik di sosisalnya pula.

Waallahu Aa��lam……