Tata cara haji yang benar inilah yang harus di ikutiA�oleh seluruh ummat islam.

Menunaikan ibadah haji adalah Rukun islam kelima, jangan lupa ikuti tata cara haji yang benarA�dan merupakan salah satu hal yang paling didambakan oleh umat muslim. Mengunjungi rumah Allah yaitu baitul Kaa��bah di Mekah. Ibadah yang diwajibkan pada akhir tahun kesembilan hijriahA�iniA�merupakan ibadah penyempurna agama islam dan tentunya memerlukan banyak persiapan yang matang dan energy yang ekstra. Sehingga muslim yang berkeinginan untuk melaksanakannya harus mempersiapkan segala keperluannya dengan matang.

Selain masalah finansial seperti administrasi dan biaya penerbangan, hal yang tidak boleh dilewatkan bagi para calon haji yaitu mengetahui pengetahuan seputar ibadah haji itu sendiri. Seperti rukun haji (perkara yang wajib dilaksanakan), syarat haji, wajib haji, Sunah Haji dan Larangan-larangan saat melaksanakan ibadah haji.proses-ibadah-haji

Sehingga kali ini pembahasan kita seputar pengetahuan bagaimana tata cara haji yang mencakup, Rukun, syarat, sunah dan larangan saat melaksanakan haji.

  1. Syarat Haji

Sebelum melaksanakan ibadah haji dalam tata cara haji yang dicontohkan Rasulullah, maka orang yang ingin melaksanakan ibadah haji harus terlebih dahulu melengkapi syarat-syarat ibadah haji. Karena secara otomatis apabila orang yang tidak sesuai syarat haji melaksanakan ibadah haji, maka haji yang dilakukan akan bernilai tidak syah. Sehingga wajib bagi muslim untuk mengetahui pengetahuan seputar syarat haji. Sehingga tidak merasa bingung dan telah benar-benar siap. A�Adapun syarat wajib haji adalah sebagai berikut:

  • Islam
  • Berakal
  • Baligh
  • Merdeka
  • Mampu

2. Rukun Haji

Rukun Haji yang juga ada dalam tata cara haji, adalah perkara yang harus dilaksanakan ketika melaksanakan ibadah haji. Apabila seorang calon haji yang secara sengaja meninggalkan rukun haji ini maka haji itu dianggap tidak syah dan wajib mengulangi kembali atau membayar denda atau hukuman sebagaimana yang akan dijelaskan. Oleh sebab itu pengetahuan seputar rukun haji ini wajib untuk diketahui oleh para calon haji.larangan-saat-ihram

  • Ihram
    Ihram, yaitu pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umroh di miqat. Pakaian ihram adalah pakaian yang bewarna putih tanpa jahitan.
  • Wukuf
    Wukuf di Arafah, yaitu berdiam diri, dzikir dan berdoa��a di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah. Wukuf dilaksanakan mulai dari tergelincirnya matahari hingga terbit fajar pada 10 Zulhijah.
  • Tawaf Ifadah
    Tawaf Ifadah, yaitu mengelilingi Kaa��bah sebanyak 7 kali, dilakukan sesudah melontar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah. Tawaf dilaksanakan dari Hajar Aswad dengan posisi Baitullah di sebelah kiri
  • Saa��i
    Saa��i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 Kali, dilakukan sesudah Tawaf Ifadah.
  • Tahallul
    Tahallul, yaitu bercukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan Saa��i. Mencukur atau menggunting rambut sekurang-kurangnya 3 helai.
  • Tertib, maksudnya pengerjaan rukun haji secara berurutan, sehingga tidak ada yang tertinggal.CARA-HAJI

3. Wajib Haji

SetelahA� mengetahui syarat dan rukun haji, dalam tata cara haji maka pengetahuan seputar haji selanjutnya yang harus kita ketahui adalah seputar wajib haji. Wajib haji adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji sebagai pelengkap Rukun Haji, jika salah satu dari wajib haji ini ditinggalkan, maka hajinya tetap sah, namun harus membayar dam (denda).

  • Niat Ihram, untuk haji atau umrah dari Miqat Makani, dilakukan setelah berpakaian ihram.
  • Mabit (bermalam) di Muzdalifah, pada tanggal 9 Zulhijah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina).
  • Melontar Jumrah Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah yaitu dengan cara melontarkan tujuh butir kerikil berturut-turut dengan mengangkat tangan pada setiap melempar kerikil sambil berucap, a�?Allahu Akbar, Allahummaj a�?alhu hajjan mabruran wa zanban magfura(n)a�?. Setiap kerikil harus mengenai ke dalam jumrah jurang besar tempat jumrah.
  • Mabit di Mina, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
  • Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
  • Tawaf Wadaa��, yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah.
  • Meninggalkan perbuatan yang dilarang saat ihram/haji.doa melihat ka'bah

4. Sunah Haji

Selanjutnya pengetahuan yang harus diketahui oleh para calon haji sesuain tata cara haji Rasulullah adalah sunah haji. Sunah haji adalah segala perbuatan atau perkara yang menambah amal ibadah haji apabila dikerjakan dan tentu saja bernilai pahala. Sehingga segala perbuatan atau perkara itu sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

  1. Mandi ketika akan ihram.
  2. Melakukan haji ifrad.
  3. Membaca talbiyah.
  4. Membaca doa setelah talbiyah.
  5. Melakukan tawaf qudum ketika masuk Masjidil Haram.
  6. Membaca dzikir dan doa.
  7. Minum air zam-zam.
  8. Shalat sunah dua rakaat setelah tawaf.Paket-Haji

5. Larangan-larangan Saat Haji

Selain rukun, syarat, wajib dan sunah haji, pengetahuan seputar haji yang wajib diketahui oleh para calon haji adalah larang-larangan saat melakukan ibadah haji. Hal ini penting karena apabila calon haji melakukan larangan-larangan bisa jadi akan berakibat tidak syahnya haji atau terkena dam atau denda yang jumlahnya juga tidak sedikit. Sehingga calon haji harus tetap bersikap waspada dan hati-hati dalam melaksanakan ibadah haji. Ada beberapa larangan yang dikategorikan;

Larangan bagi jamaah haji laki-laki yaitu:

  • Memakai pakaian yang berjahit.
  • Memakai tutup kepala.

Larangan bagi jamaah haji perempuan yaitu:

  • Memakai tutup wajah.
  • Memakai sarung tangan.

Larangan bagi jamaah haji laki-laki dan perempuan yaitu:

  • Memakai wangi-wangian.
  • Mencukur rambut atau bulu badan.
  • Bercampur suami istri.
  • Berburu atau membunuh binatang.

Selain hal diatas, perlu diketahui juga, bahwa saat ini terdapat perbedaan bagaimana Rasulullah dahulu melaksanakan haji dengan orang-orang sekarang bagaimana mereka melaksanakan haji. Juga perlu di ketahui pula, bahwa haji yang mabrur tersebut juga ternyata ada doanya, karena Allah lebih suka kepada hambanya yang meminta kepada-NYA dari pada ia meminta kepada selain-NYA.