8 Kesalahan Saat di Arafah Ini Harus Diketahui Oleh Para Jamaah

0
435

Kesalahan berhaji ketika ada di Arafah yang tidak disadari oleh jamaah.

Sahabat ihram, wukuf di padang Arafah adalah salah satu rukun haji yang mengharuskan jemaah haji hadir dan beradia disektar Arafah. Baik dalam keadaan bangun maupun tidur, berkendara maupun duduk, dalam keadaan suci maupun tidak. Wukuf termasuk rukun haji dan tidak dapat ditinggalkan, jika ditinggalkan, maka haji yang dilakukannya tidaklah sah. Pelaksanaan wukuf dimulai pada tanggal 9 Dzulhijjah saat tergelincirnya matahari sampai terbitnya matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Hal ini dijelaskan dalam hadist berikut ini:

عن علِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ وَقَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ بِعَرَفَةَ فَقَالَ هَذَا الْمَوْقِفُ وَعَرَفَةُ كُلُّهَا مَوْقِفٌ وَأَفَاضَ حِينَ غَابَتْ الشَّمْسُ (صحيح الترمذي)

Artinya: Dari Ali Bin Abu Thalib ra, Rasulullah saw wuquf di Arafah lalu bersabda: “Ini adalah tempat wuquf, dan semua Arafah adalah tempat wuquf”. Lalu beliau bertolak (meninggalkan Arafah) ketika matahari terbenam (at-Tirmidzi).

Gambaran wukuf di padang Arafah adalah seperti manusia yang akan di kumpulkan di padang Mahsyar nanti, ketika manusia dibangkitkan dari kematiannya dan berwukuf di hadapan-Nya. Saat berwukuf, semua manusia sama dihadapan Allah tidak ada yang membedakan antara ras satu dengan ras yang lainnya.

Berikut adalah kesalahan yang biasa terjadi ketika melakukan wukuf di Arafah:

  1. Jemaah haji tidak mengeraskan talbiyah ketika berjalan ke Arafah. Karena mengeraskan talbiyah termasuk dalam sunnah Rasulullah sampai melempar jumrah aqabah pada hari ‘Id.
  2. Jemaah haji hanya berdiam di luar batasan Arafah dan tinggal di tempat hingga terbenam matahari, kemudian langsung menuju muzdalifah.
  3. Jemaah haji hanya duduk dibagian depan dari masjid namirah. Ini merupakan kesalahan, karena di area itu termasuk dalam area keluar dari Arafah. Jika terdapat jemaah haji yang duduk di tempat tersebut sampai tenggelamnya matahari kemudian dia keluar, maka akan terlewatkan hajinya.
  4. Meninggalkan Arafah sebelum terbenamnya matahari. Ini merupakan hal yang menyalahi sunnah Rasulullah karena Rasulullah meninggalkan wukuf saat terbenamnya matahari hingga hilangnya cahaya matahari. Meninggalkan Arafah sebelum terbenamnya matahi merupakan hajinya orang jahiliyah.
  5. Jemaah haji menghadap ke arah bukit Arafah, sedangkan kiblat berada di belakang. Banyak jemaah yang meyakni bahwa ketika wukuf harus memandang ke arah bukit Arafah dan naik kesana. Anggapan yang seperti ini adalah salah, karena yang dilakukan oleh Rasulillah adalah menghadap ke arah kiblat.
  6. Jemaah haji berkeyakinan bahwa gunung yang dipakai wukuf oleh Rasulullah mempunyai kelebihan khusus. Maka dari itu, banyak jemaah yang menaikinya dan mencari barakah dari batu dan tanahnya.
  7. Jemaah haji berdesak-desakan untuk mencari tempat di dalam Masjid namirah, karena anggapannya adalah wukuf didalamnya lebih utama. Inilah anggapan yang salah, karena semua Arafah adalah tempat untuk wukuf, sedangkan menyakiti jemaah lain adalah terlarang.
  8. Bercepat-cepat dan bersegera ketika meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah. Berkata Ibnu Al Haaj: “Apabila seseorang meninggalkan Arafah setelah matahari terbenam, maka hendaknya dia berjalan pelan-pelan, dan wajib baginya untuk tenang, perlahan dan khusyu”. [Lihat Min Mukhalafat (mukhtashar), hlm. 25]

Sahabat ihram, sebaiknya dalam melakukan ibdah wukuf haruslah dilakukan dengan santai dan tidak tergesa-gesa. Supaya wukuf yang kita lakukan tidak sia-sia dan haji yang kita lakukan sah.