Jemaah Haji Jangan Takut Kelaparan Saat Kesasar, Ada Layanan Makan Gratis

Sering kali yang ditakutkan orang Indonesia saat bepergian adalah kesasar. Jika tersesat di Indonesia mungkin masih mudah untuk menemukan jalan pulang. Karena kita bisa berkomunikasi atau tanya kepada masyarakat sekitar menggunakan bahasa Indonesia. Juga meski kita tidak membawa perbekalan apapun, kita bisa minta bantuan kepada warga yang masih baik hati menolong. Lantas bagaimana jika kita tersesat di negara orang dengan beda bahasa dan budaya, ditambah kita tidak membawa uang sepeserpun untuk menahan lapar.

Pergi haji adalah mimpi setiap muslim. Banyaknya orang datang untuk beribadah di Makkah saat musim haji akan membuat kita pusing karena kita akan bertemu dengan berbagai macam manusia dari belahan benua dan ras. Tentu bagi kita yang tidak suka akan keramaian pasti merasakan pusing selama perjalanan ibadah, terkadang kita bisa tersesat kembali ke penginapan karena hampir semua jalan sama dan banyak orang. Tak heran jika jemaah asal Indonesia seringkali tersesat.

Para jemaah haji Indonesia yang tersesat akan mendapat layanan makan gratis dari PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Madinah. Penyediaan konsumsi gratis dilakukan untuk mengantisipasi jemaah yang kelaparan dan kehausan selama mencari jalan pulang ke pemondokan. Fasilitas ini disediakan karena memang banyak jemaah yang sering tersesat tanpa perbekalan yang cukup. Sehingga bagi para jemaah haji yang mungkin tersesat, jangan panik akan kelaparan dan haus. Karena pemerintah Saudi sudah mengantisipasi. Karena kepanikan akan membuat kita semakin bingung dan tidak ingat jalan kembali ke tempat penginapan. Kita harus tenang dan santai. Yakin di rumah Allah tidak ada yang buruk menimpa kita selagi dalam hati kita selalu ada niat baik.

” Kita kan nggak tahu jemaah itu sudah berapa lama tersesat, makanya saat diantar ke sektor atau kantor daker langsung kami beri makan dan minum,” ujar Kepala Seksi Katering Daker Madinah PPIH Arab Saudi Evy Nuryana seperti dikutip dari Situs Kementerian Agama RI, Kemenag.go.id.

Evy menambahkan, konsumsi yang dipersiapkan untuk para jemaah yang tersesat juga sudah diperhitungkan kadar kecukupan gizinya. Dengan demikian, apabila jemaah tersesat sudah mengalami dehidrasi dan kekurangan energi, maka makanan tersebut diharapkan dapat segera memulihkan kondisi fisik mereka.

” Menunya tidak berbeda jauh dari makan siang atau makan malam yang kita bagikan kepada jemaah secara reguler,” kata Evy.

Terkait pemberian makanan gratis ini, Junaedi, jemaah haji asal Jepara yang sempat diantarkan wartawan Media Centre Haji ke Kantor Daker lantaran tersesat mengaku senang dengan pelayanan petugas. Selain diantarkan langsung ke Kantor Misi Haji Indonesia untuk dipulangkan kembali ke pemondokannya, Junaedi juga mendapatkan makanan dan minuman untuk mengisi perut. Semoga semakin banyak fasilitas yang memudahkan jemaah asal Indonesia di Makkah, sehingga ibadah haji terasa khusyuk. Amin…