Inilah Dua Tempat Dan Kesempatan Yang Mustajabah Untuk Jamaah Haji.

Banyak tempat yang di percaya sebagai tempat paling mustajabah di Tanah Suci. ketika melakukan ibadah umrah atau haji, jemaah haji pastilah memburu tempat-tempat yang dipercaya sebagai tempat paling mustajabah. tidak hanya tempat saja yang dipercayai sebagai tempat yang msutajabah, tetapi juga kesempatan yang mustajabah. Kesempatan menunaikan ibadah haji di Tanah Suci sebaiknya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh jemaah haji. Para jemaah haji dapat memanjatkan doa di sejumlah lokasi dan waktu yang paling disarankan di antara yang lain-lain.

Menurut Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Yunahar Ilyas bahwasanya terdapat sejumlah tempat yang paling mustajab untuk di dalamnya seorang Muslim berdoa kala melaksanakan Rukun Islam yang kelima itu. Dua tempat itu adalah ketika para jemaah haji sedang berwukuf di Padang Arafah dan bersimpuh di hadapan multazam, yakni dinding Ka’bah yang terdapat di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.

a�?Tempat-tempat mustajab berdoa pertama, saat waktu wukuf di Arafah. Kedua, (saat di) Multazam, yakni antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah,a�? ungkap Yunahar Ilyas dalam pesan singkatnya.

Begitu istimewanya dua kesempatan itu dan tidak semua umat muslim bisa melakukan kedua kesempatan berharga. Untuk itu, jemaah haji haruslah menyiapkan segalanya demi tercapainya apa yang telah menjadi impiannya yaitu untuk emnunaikan ibadah haji. Ibadah wukuf merupakan inti ibadah haji atau salah satu rukunnya sehingga tidak boleh dilewatkan. Tempatnya diadakan di Bukit Arafah. Sedangkan durasi pelaksanaannya mulai dari zhuhur 9 Dzulhijjah hingga subuh 10 Dzulhijjah.

Banyak ahli agama yang mengibaratkan wukuf sebagai gambaran mini Padang Mahsyar, yang di dalamnya setiap amal ibadah manusia diadili Allah SWT. Usai wukuf, para jemaah dapat melakukan tawaf ifadah, yakni mengelilingi Kaa��bah sebanyak tujuh kali putaran. Setelah selesai prosesi ini, para jemaah biasanya a�?berburua�? menyentuh multazam untuk kemudian mengucapkan doa.

Yunahar mengingatkan kepada para jemaah hendaklah mdlakukan haji dengan khusyuk dalam berdoa. Caranya antara lain dengan meyakini sepenuh hati bahwa Allah SWT Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kemudian, mintalah yang terbaik untuk keselamatan di dunia dan akhirat. Selain itu, upayakanlah untuk selalu berprasangka baik kepada Sang Pencipta. Para jemaah haji pada dasarnya merupakan tamu Allah yang beruntung lantaran diizinkan-Nya memenuhi Rukun Islam kelima. Karenanya, ulama kelahiran Bukittinggi, Sumatra Barat, itu mengimbau mereka agar menyertakan juga di dalam doa-doa kebaikan bagi seluruh kaum Muslimin, tidak hanya diri dan keluarga.

a�?Berdoa untuk kebaikan di dunia dan akhirat secara seimbang. Jangan hanya doa untuk kepentingan dunia saja. Meminta hanya kepada Allah SWT. Jauhi perbuatan-perbuatan syirik. Yakinlah doa akan dikabulkan Allah. Dan, minta yang terbaik menurut Allah SWT,a�? jelasnya.