Para Jamaah Harus Tau; Inilah Cara Menghindari Heatstroke

0
138

Harus diketahu tips/ cara menghindari peningkatan suhu pada tubuh yang berlebihan.

Banyak jemaah haji dari berbagai negara yang merasakan perbedaan iklim dengan negara asalnya. Jika jemaah haji asal Indonesia tidak pernah merasakan cuaca yang begitu panas, maka jemaah haji Indonesia haruslah bersiap untuk merasakan cuaca panas ketika di Arab Saudi. Suhu yang berbeda dengan Indonesia mengakibatkan jemaah haji Indonesia harus waspada dengan berbagai cuaca yang sedang dialaminya saat menjalankan ibadah haji maupun ibada-ibadah yang lainnya.

Suhu yang terdapat di Makkah, Arab Saudi mencapai 38 derajat Celcius pada pagi hari dan diperkirakan meningkat pada sore hari. Suhunya diperkirakan bisa mencapai 43 derajat Celcius. Cuaca panas yang terus menerus berpotensi menyebabkan jemaah haji terkena heatstroke. Heatstroke adalah kondisi yang disebabkan karena suhu tubuh kita meningkat. Keadaan ini biasanya akibat paparan yang terlalu lama atau aktivitas fisik pada suhu tinggi. “Kondisi ini bisa mengancam nyawa, jemaah diharapkan menggunakan alat pelindung diri yang telah dibagikan,” kata Eka Jusuf Singka.

Eka menyebutkan bahwasanya terdapat beberapa tanda dan gejala heatstroke yaitu suhu tubuh lebih dari 40 derajat Celsius. Perubahan keadaan mental atau perilaku seperti kebingungan ucapan yang tidak jelas, dan kejang. Terdapat juga gejala perubahan dalam berkeringat. Pada sengatan panas, kulit akan terasa panas dan kering saat disentuh. Timbul mual dan muntah. Jantung berdebar cepat, nafas bisa menjadi cepat dan dangkal. Sakit kepala berdenyut.

Agar tidak terjadi kondisi ini, Eka mengingatkan kepada jemaah haji untuk sering minum dan jangan menunggu haus. Jemaah juga di himbau agar sering semprotkan air pada bagian kulit yang terbuka seperti muka dan tangan, selalu menggunakan payung dan topi saat di luar gedung. “Jika mengalami tanda dan gejala seperti di atas segera hubungi tenaga kesehatan terdekat,” kata Eka.

Menjalankan ibadah haji memanglah penting, tetapi jika melakukannya dengan tubuh yang tidak fit, bahkan memaksakan kehendak maka yang akan terjadi adalah tubuh jemaah akan lemas dan tidak bisa melanjutkan atau mengerjakan ibadah yang lainnya. Jemaah haji haruslah mewaspadai gejala-gejala sakit yang telah di sebutkan. Jika jemaah haji menderita sakit atau terasa akan mengalami sakit, maka jemaah haji harus bersegera untuk datang ke rumah sakit atau bilang kepada petugas kesehatan atas keluhan beliau.

Sebelum berangkat ke Arab Saudi, sebaiknya jemaah haji membawa obat-obatan pribadi yang diperlukannya. Jika jemaah haji sakit secara mendadak, maka jemaah haji harus pergi ke petugas kesehatan. Jemaah haji harus menjaga kesehatan dengan cara manaati aturan yang telah di beritahukan kepada jemaah haji oleh pemerintah. Hal ini di karenakan untuk mengantisipasi banyaknya jemaah haji yang mengalami sakit ketika menjalankan ibadah haji.

LEAVE A REPLY