Kisah jamaah haji yang berburu oleh-oleh saat akan kembali ke tanah air.

Setelah melakukan persiapan pemberangkatan hingga persiapan ketika berada di Arab Saudi, kini jemaah haji bersiap untuk berburu buah tangan untuk keluarga atau kerabat di tanah air. Hingga pada akhirnya seluruh jemaah haji Indonesia akhirnya telah menyelesaikan rangkaian ibadah utama haji. Sebagian jemaah yang telah rampung menunaikan kewajiban itu langsung memenuhi lokasi-lokasi perbelanjaan sampai ke Jeddah.

Di area Jeddah, jemaah haji dibawa ke pusat perbelanjaan di kawasan Corniche. Kawasan perbelanjaan tersebut memang sudah sejak lama jadi tujuan utama jemaah haji Indonesia. Meski jemaah haji Indonesia sudah tidak lagi menginap di Jeddah, jemaah haji yang berasal dari Makkah masih mengunjungi kota yang jaraknya berkisar sekitar sejam perjalanan dari Makkah tersebut.

Di pusat perbelanjaan tersebut, para pedagang Arab Saudi sudah lancar menawarkan berbagi barang dalam bahasa Indonesia pada hari Sabtu pagi. a�?Kurma, coklat, murah!a�? atau a�?Oleh-oleh haji!a�? ramai bersautan diteriakkan para pelayan kios atau toko.

Rombongan-rombongan jemaah haji tersebut ke Jeddah dengan menggunakan angkutan bus atau minibus yang disewa dari Makkah. Mereka sebagian juga nampak masih mengenakan seragam batik khas jemaah Indonesia. Jemaah haji Indonesia tampak antusias ketika melakukan perbelanjaan tersebut.

a�?Mau beli oleh-oleh mainan buat anak-anak,a�? kata Rahmah, seorang jemaah asal Pamekasan, Jawa Timur. Ia ditemani suaminya dan rombongan diantarkan pembimbing dari KBIH ke Corniche hari itu. Sementara suaminya mengatakan berencana membeli tasbih dan sajadah.

Sebagian jemaah haji juga nampak memenuhi Toko Ali Murah yang sudah ternama sampai ke Tanah Air itu. Di toko itu, terdapat berupa pernak-pernik dan oleh-oleh khas haji dipajang rapi. Mulai dari tasbih, kurma, coklat, sajadah, hingga sorban Saudi nampak terpajang di toko tersebut.

Padahal yang kita ketahui, bahwasanya jemaah haji memiliki batas maksimal dalam membawa barang-barangnya. Akan tetapi, jemaah haji tidak menghiraukan akan hal tersebut. Tidak banyak jemaah haji juga membeli emas di Arab Saudi, hal ini dikarenakan emas Arab Saudi memiliki karat yang lebih banyak dan tentunya berbeda dengan emas Indonesia. Jemaah haji juga membeli beberapa barang antik yang ada di toko tersebut.

Padahal, yang kita ketahui, keluarga jemaah haji pastilah telah membeli oleh-oleh yang berada di pasar grosir terdekat. seperti, sajadah, tasbih, kurma maupun yang lainnya. Tetapi hal tersebut tidak menyurutkan niat jemaah haji untuk membeli oleh-oleh ketika berada di Arab Saudi. Jemaah haji berfikiran pumpung berada di Arab Saudi, maka dia akan belanja sepuas mungkin dan mencari barang yang tidak ada di Indonesia. Hal nilah yang harusnya dapat dicegah oleh pendamping atau oleh kesadaran masing-masing jemaah haji.