Jamaah haji saat di Jamarat banyak menemukan hal yang tak disangka, bahkan harus menerima kenyataan.

Beberapa jemaah haji Indonesia menyewa kursi roda untuk menuju lokasi jumrah di Jamarat. Penyewaan kursi itu dilakukan selama Hari Tasyrik dari tenda mereka di kawasan Mina, Arab Saudi, “Saya minta kursi roda, ada kontak orang kita yang menghubungkan dengan yang menawarkan jasa,” kata Sun, jemaah perempuan asal Jambi.

Sun mengatakan bahwasanya, beliau membayar jasa sekitar 100 riyal Saudi atau setara dengan Rp 400 ribu untuk menyewa jasa kursi roda dari tenda Mina ke Jamarat. Jarak yang ditempuh untuk dua tempat itu sekitar dua kilometer. Tetapi yang perlu di waspadai adalah banyaknya jasa penyewaan pendorong beserta kursi roda yang menyalahi aturan atau bahkan tidak menjalankan tugasnya. Yang termasuk demikian adalah jasa pendorong kursi roda ilegal atau tanpa persetujuan dari pemerintah Arab Saudi.

Tapi sebenarnya, pemerintah Arab Saudi juga telah menyiapkan jasa penyewaan kursi roda beserta pendorongnya untuk membantu jemaah haji dalam melakukan rangakaian ibadah haji. Jamaah haji harus bisa memilih mana jasa penyewaan yang ilegal dan yang legal. Lebih baik jemaah haji membicarakannya kepada pendamping agar dapat dicarikan oleh pendamping jasa penyewaan kursi roda dan pendorongnya yang telah sesuai dengan aturan pemerintah Arab Saudi.

Sun yang usianya tergolong lanjut lebih memilih untuk menyewa jasa kursi roda sekaligus pendorongnya. Alasannya, karena dia tidak mampu berjalan jauh tetapi tetap ingin melakukan lempar jumrah meski amalan wajib haji itu bisa diwakilkan kepada orang lain. Banyak jemaah haji Indonesia yang tetap melakukan lempar jumrah, karena jemaah haji merasa tidak lengkap jika tidak melakukan lemparan jumrah, meskipun lempar jumrah bisa diwakilkan orang lain. jemaah haji akan merasa hajinya tidak lengkap jika tidak melakukannya.

Menurut dia, lebih baik lempar jumrah sendiri dibanding membadalkan itu. Karena selagi di Tanah Suci supaya bisa melakukan sendiri salah satu wajib haji tersebut. Berdasarkan pengamatan tersebut, terdapat banyak orang terutama warga lokal yang menawarkan jasa kursi roda. Mereka menawarkan jasa itu dengan harga yang bervariasi tergantung dengan kesepakatan yang telah dibuat antara jemaah haji dengan jasa penyewaan tersebut.