Muatan bagasi para jamaah haji sangat dibatasi dan ketat diawasi.

Pelaksanaan ibadah haji telah selesai, biasanya jemaah haji menggunakan waktu yang tersisa dengan berbelanja untuk keluarga atau menjalankan ibadah lainnya di Makkah. Meskipun keluarga di rumah bisa membeli oleh-oleh di pasar grosir, tetapi jemaah haji tetap membeli buah tangan khas dari Arab Saudi. Jemaah haji yang berbelanja biasanya tidak menghitung atau tidak menakar besaran buah tangan yang dibawanya. Hingga banyak jemaah haji yang over dalam membeli oleh-oleh.

Perlu diketahui oleh jemaah haji, bahwasanya kapasitas bagasi jemaah haji Indonesia dibatasi maksimal 32 kilogram. Sedangkan tas kabin maksimal tujuh kilogram. Mereka disilakan memenuhi tas-tas mereka dengan berbagai komoditas, tapi tak boleh melebihi kapasitas yang sudah ditentukan oleh pemerintah maupun pihak bandara setempat. Sebenarnya, himbauan ini telah diberitakan oleh pemerintah indonesia ketika jemaah haji masih berada di Indonesia.

a�?Kami tak pernah melarang jemaah mau membeli oleh-oleh apa. Silakan saja, asalkan tak lebih dari bobot yang ditentukan,a�? kata Direktur Bina Haji Kementerian Agama (Kemenag) Khoirizi H Dasir di Syisyah Makkah.

Kalau melebihi kapastias, maka barang akan dibongkar atau bahkan ditinggalkan di bandara. Hal tersebut memakan waktu yang tidak sebentar sehingga berpotensi menghambat pemberangkatan pesawat menuju Tanah Air. Bahkan bukan hanya kelompok terbangnya yang terhambat, keberangkatan pesawat setelahnya pun sangat mungkin harus molor. Ia mengimbau kepada jemaah haji untuk memahami ketentuan tersebut yang dibuat untuk kemaslahatan dan keselamatan bersama.

Oleh karena itu, jemaah haji harus mengetahui dan memahami keadaaan yang telah di tetapkan oleh pemerintah. Jemaah haji juga harus memahami bahwasanya tidak akan membeli buah tangan yang berat dan banyak. Jika terdapat jemaah haji yang membeli buah tangan dan melebihi yang telah ditentukan, jemaah haji bisa memaketkan buah tangan tersebut atau menitipkan kepada jemaah haji dengan izin pemilik koper tersebut.

Dua hari sebelum kepulangan, koper jemaah haji akan ditimbang di hotel masing-masing. Jemaah haji dilarang memasukkan air zamzam dalam koper (bagasi) dan membawa parfum melebihi 100 ml. Jemaah haji lebih memilih membeli parfum dari Arab Saudi karena memiliki bau yang khas dan jemaah haji banyak yang membawa air zam-zam yang dibawanya dalam pelaksanaan ibadah haji. hal ini dikarenakan, jemaah haji banyak yang percaya bahwa itulah salah satu yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang di derita baik jemaah haji maupun keluarga lain.

Selain itu jemaah haji juga dilarang untuk membawa cairan melebihi 100 ml dalam tas tentengan kecuali obat. Benda mengandung aerosol, gas, magnet, senjata tajam, dan mainan, yang menggunakan baterai harap dipisahkan. Kemudian, koper dilarang menggunakan pelindung jaring. Karena koper jemaah haji akan diatur oleh pihak bandara.