Ini Salah Satu Keberhasilan Setelah Melakukan Haji

0
65

Jemaah Haji Diharapkan Dapat Berbaur Dengan Masyarakat Sekitar.

Setelah menjalankan ibadah haji, terkadang jemaah haji dapat bersikap angkuh atau merasa kaya dan bermatabat, karena haji merupakan ibadah yang dilakukan di Arab Saudi dan tentunya harus dengan kesehatan serta harus antre terlebih dahulu. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang merasa bahwa orang yang melakukan haji adalah orang-orang yang kuat dan orang-orang yang mampu baik dalam segi fisik maupun materi. Sering kali masyarakat Indonesia merasa bahwa dalam melakukan haji, hanya orang-orang yang mampulah yang bisa melakukannya. Padahal, saat ini banyak masyarakat yang mulai sadar akan pelaksanaan haji.

Wakil Bupati Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Muslimatun meminta kepada para jemaah haji agar tidak mengekslusifkan diri dengan hanya bersosialisasi dengan sesama jemaah haji saja. terkadang jemaah haji yang pulang dari Arab Saudi akan merasa dirinya didewakan pada hari itu, dan dirinya akan menjadi artis di kampungnya. Inilah yang harus diwaspadai oleh jemaah haji agar tidak bersikap semena-mena atau sombong, karena itu dapat menghilangkan pahala yang telah dia raih.

“Diharapkan jemaah haji bisa lebih dekat dengan masyarakat sekitar,” kata Sri Muslimatun pada acara Mangayubagyo atas selesainya rangkaian kegiatan ibadah haji 2018 di Pendopo Rumah Dinas Bupati, pada hari Rabu tanggal 12/9.

Menurut dia, hal tersebut agar jemaah haji dapat membagikan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat. “Jangan lupa juga ceritakan pengalaman menarik selama berhaji. Ini bukan riya ya. Tapi ini agar masyarakat juga termotivasi menunaikan rukun Islam yang kelima ini,” katanya.

Sri Muslimatun juga mengajak jemaah haji untuk senantiasa meningkatkan ibadah masing-masing. “Dengan selesainya ibadah haji bukan berarti tugas dan kewajiban jemaah haji sudah selesai. Namun justru dengan predikat haji, jemaah harus mampu menjadi teladan yang baik bagi masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Ia mengatakan bahwasanya, tanpa adanya keteladanan, akan sulit membuat perubahan yang positif di tengah masyarakat. Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman Syaban Nuroni mengatakan jumlah jemaah haji Kabupaten Sleman merupakan yang terbanyak di DIY.

“Pada 2018 ada sebanyak 1.210 jemaah yang berangkat ibadah haji. Namun saat kepulangan jumlah jemaah haji Kabupaten Sleman menjadi 1.207 jemaah,” katanya.

Menurut dia, terdapat dua jemaah haji asal daerah tersebut yang meninggal di Makkah, dan satu jemaah masih sakit dan sedang dirawat di Makkah. “Jemaah haji asal Kabupaten Sleman yang meninggal dunia di Makkah adalah Suyatmin Siswo Taruno dari Kecamatan Godean dan Paimin Harjo Prawiro dari Kecamatan Prambanan,” katanya.

Sedangkan jemaah haji yang sedang dalam perawatan di Rumah Sakit An Nur Makkah adalah Siti Maryam dari Kecamatan Seyegan. “Untuk Siti Maryam ini keadaannya sudah mulai membaik. Nanti kalau sudah dinyatakan layak terbang baru diizinkan pulang,” katanya.

LEAVE A REPLY