Kisah Haru; Inilah Rasa Suka dan Duka Para Petugas Haji

0
37

Petugas Diminta Untuk Tetap Layani Jemaah Haji.

Pelaksanaan ibadah haji memang sudah selesai, kini tinggal saatnya jemaah haji mulai melakukan perjalanan pulang ke negara masing-masing, termasuk Indonesia. Namun, jemaah haji Indonesia masih ada yang tertinggal di tanah suci, dikarenakan sakit dan belum bisa melakukan perjalanan jauh untuk terbang ke tanah air.

Kepala Daerah Kerja Mekkah, Endang Jumali meminta kepada petugas haji tetap disiplin untuk melayani jemaah haji. Petugas harus tetap semangat menjaga posnya masing-masing. kedisiplinan harus tetap ditingkatkan dan tidak boleh loyo. Tanamkan pada diri dan hati petugas bahwasanya melayani jemaah haji harus dengan rasa ikhlas tanpa mengharap imbalan apapun. Selalu tanamkan semangat menolong sesama, baik antar suku, bangsa maupun negara.

Dia mengingatkan kepada petugas agar tidak kehilangan fokus pada pelayanan jemaah haji usai fase Armina, muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Pada masa Armuzna biasanya banyak jemaah bertumbangan ketika lempar jumrah dan mabit di Mina. Usai fase tersebut, jemaah haji tinggal melaksanakan ibadah yang tergolong lebih ringan dari Armuzna, seperti Tawaf Ifadhah, Tawaf Wada’ dan kegiatan lainnya. Sebagian jemaah haji juga sudah mulai pulang ke Tanah Air usai Armuzna sementara lainnya secara berangsur bergerak ke Madinah.

“Dari masa puncak menanjak lalu sekarang sudah mulai berkurang sekarang semua petugas harus tetap fokus di posnya masing-masing,” tambah dia. Dalam fase saat ini, sebut dia jemaah mulai meninggalkan Mekkah sedikit demi sedikit. Meski jemaah berkurang bukan berarti pelayanan di Makkah turun.

Menurut dia, Daker Makkah tidak memiliki waktu jeda untuk bertugas karena usai Armuzna petugas harus melayani jemaah yang beraktivitas di kawasan Masjidil Haram sementara yang lain ke Jeddah untuk pulang ke Indonesia dan sebagian lain jemaah haji ke Madinah untuk melakukan Shalat ‘Arbain. Selain bisa melakukan ibadah lain, seperti sholat, diharapkan petugas haji tetap menjaga pelayanan kepada jemaah haji. baik jemaah haji yang terkena sakit secara mendadak atau sakit sejak awal. Petugas haji haruslah bersifat sabar dalam merawat jemaah haji Indonesia. Tanamkan lapang dada dan menerima apapun yang terjadi.

“Jemaah Madinah dari Mekkah terakhir 16 September selesai, jadi fokus kita adalah pada persiapan pemulangan itu ke Jeddah maupun pendorongan ke Madinah,” kata dia.

Begitu pula dengan jemaah haji, diharapkan untuk tidak bersifat semena-mena kepada petugas haji. dan tentunya juga bersifat tolong menolong baik kepada jemaah haji lain atau kepada petugas haji. jemaah haji bisa membantu petugas haji salah satunya adalah dengan bersifat ramah atau membantu jemaah haji lain yang sedang sakit atau sakit secara mendadak ditempat ibadah tersebut. Jemaah haji bisa melaporkan temannya yang sakit tersebut kepada petugas yang sedang berjaga ketika itu.

LEAVE A REPLY