Kisah Haji; Subahanallah, Haji Suami Istri Ini Digantikan Malaikat

0
243

Batal haji karena uangnya dibuat bantu orag kesusahan, tapi malaikat tetap meghajikannya, subahanallah.

Sahabat ihram, tidak mengherankan jika menjalankan ibadah haji memiliki banyak teka-teki yang mengejutkan bagi jemaah haji. Karena haji bisa di bilang ibadah pembalasan bagi umat muslim ketika berada di dunia. Kisah ini diceritakan pada zaman khalifah. Dahulu, terdapat rombongan yang akan menunaikan ibadah haji dengan membawa perbekalan lengkap. Di dalam rombongan tersebut terdapat sepasang suami istri yang akan melakukan ibadah haji, tetapi ketika berada di tengah perjalanan, pasangan suami istri tersebut bertemu dengan satu kampung yang penduduknya sangat miskin dan hidup menderita dalam kemelaratan.

Melihat kondisi suatu perkampungan tersebut, akhirnya sepasang suami isteri tersebut merasa iba dan bermaksud untuk menyumbangkan seluruh harta perbekalannya untuk di sumbangkan ke penduduk tersebut. Dan bahkan pasangan suami istri itu ikut mencarikan solusi atas problema hidup dan kehidupan satu perkampungan miskin tersebut sampai penduduk miskin dapat terentaskan dari problema hidup dan kemiskinan tersebut.

Setelah misi dari setangah jalan tersebut mereka selesaikan, sedangkan waktu pelaksanaan haji telah selesai, mereka akhirnya pulang tanpa mengerjakan ibadah haji. Setelah sampai di kampung halaman, mereka di sambut oleh teman-teman dan shabatnya yang juga sama-sama mengerjakan ibadah haji terlebih dahulu, dengan sapaan bu hajah dan pak haji.

Dengan berkata jujur, pasangan suami istri tersebut berkata, bahwa dia dan istrinya tidak menunaikan ibadah haji sebab di tengah jalan kami membantu penduduk kampung yang sedang mengalami kesusahan. Teman-temannya pun menjawab “Bapak Haji dan Ibu Hajjah janganlah bercanda, kami semua telah melihat dan menjadi saksi hidup bahwa bapak dan ibu menunaikan ibadah haji dengan khusyu’ bersama-sama dengan kami, bahkan menjadi pimpinan kami.”

Begitulah kekuasaan Allah SWT, dengan qudrat dan iradatnya Allah, ketika pasangan suami istri itu sedang asyik membantu penderitaan kampung tersebut, haji pasangan suami istri tersebut telah di gantikan oleh dua malaikat yang menyerupai kedua suami istri tersebut. Sehingga semua orang termasuk teman-temannya dapat menyaksikan kedua pasangan suami istri menunaikan ibadah haji secara bersama-sama bahkan menjadi pemimpin haji mereka. Kuasa Allah SWT, Allah bisa menjadikan seseorang sesuai dengan kehendaknya.

Dari cerita di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa sesungguhnya apa yang dilakukan oleh kedua pasangan suami istri calon jemaah haji tadi, sungguh merupakan perilaku dari seorang jemaah haji yang sesungguhnya dan apabila dilakukan dengan penuh keikhlasan (tanpa mendahulu Allah SWT).

Menurut pendapat Drs Ahmad Supardi Hasibuan, MA dalam buku Islam Sosial sebuah tafsir atas realita, bahwa sesungguhnya orang yangs seperti ini disebut dengan haji sekalipun belum melakukan ritual ibadah haji. manakah yang lebih di utamakan untuk kepentingan kepuasan spiritual pribadi, atau hanya untuk kepentingan spiritual orang banyak dimana orang banyak itu adalah saudara-saudara kita seiman dan seagama. Subahanallah……

LEAVE A REPLY