Tempat para jamaah haji yang wafat saat haji ini ternyata bermacam-macam bentuknya.

Sahabat ihram, Dalam menjalankan ibadah haji, pastilah terdapat berbagai tipe atau macam, salah satunya adalah jemaah haji yang taat aturan maupun yang tidak taat aturan yang telah disepakati oleh pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Selain itu, jemaah haji juga terdapat yang sakit maupun yang sehat. Jemaah haji yang sakit saat ini belum diperbolehkan untuk pulang, karena masih ada yang belum mampu melakukan perjalanan di pesawat. Jemaah haji yang sakit terdapat juga yang mengalami meninggal dunia. Orang yang meninggal dunia di Arab Saudi, akan dimakamkan di Arab Saudi.

Terdapat sebanyak 14 jemaah haji asal Provinsi Banten dilaporkan meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. “Sebagian besar jemaah haji meninggal dunia akibat sakit,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, H A Bazari Syam saat dihubungi, pada hari Ahad tanggal 16/9.

Secara umum pelaksanaan haji jemaah asal Banten berjalan lancar. Bazari berharap agar jemaah haji dari kota ini menjadi haji mabrur. Selain dari kota tersebut, haji mabrur ini juga diharapkan dapat kepada semua jemaah haji yang melakukan haji pada tahun ini. jemaah haji yang terkenal ramah dan suka menyapa inilah yang berbeda dengan jemaah haji dai negara manapu. Haji dilakukan di Arab Saudi dan melakukannya harus dalam waktu tertentu. Haji juga dilakukan oleh penduduk Islam di dunia. Maka dari itu, tidak heran jika jemaah haji Indonesia memiliki karakter yang ramah dan memiliki fisik yang lebih kecil dari pada jemaah haji lainnya. Dalam hal kekuatan fisik, jemaah haji Indonesia banyak yang terkena sakit atau yang lainnya dan itulah yang membutuhkan bantuan petugas.

Hingga saat ini terdapat jemaah haji asal Banten yang sudah kembali ke Tanah Air sampai dengan hari ini hingga Kloter 44 sebanyak 7.055 orang. Sedangkan, jumlah kloter Provinsi Banten yang sudah tiba di Indonesia sebanyak 17 kloter.

“Kami mengapresiasi kualitas pelayanan ibadah haji 2018 semakin baik dan mereka kembali ke tanah air dengan selamat,” ujarnya.

Menurut Bazari, jumlah jemaah haji asal Provinsi Banten tercatat 9.620 orang dari delapan kota dan kabupaten. Dari 9.620 orang tersebut dilaporkan sebanyak 14 orang meninggal dunia di Makkah saat melaksanakan ibadah haji.

Pelaksanaan ibadah haji tahun ini sangat menguras tenaga banyak, sehingga jemaah haji yang mengalami sakit juga usia sudah uzur cukup berisiko. Apalagi cuaca di Makkah dengan suhu udara antara 42 sampai 45 derajat Celsius. Meski demikian, ia bekerja keras untuk mengoptimalkan pelayanan kepada jemaah haji baik di tanah air maupun Saudi. Bahkan, pemondokan jemaah haji Banten lokasinya tidak begitu jauh dengan Masjid al-Haram.