Petugas Haji Tahun Ini Bekerja Sesuai Dengan Sistem Yang Tertata.

Pada tahun ini, tim kesehatan PPIH Arab Saudi mendapat tiga penghargaan. Di antaranya dari Dirjen Pelayanan Kesehatan Makkah, kemudian Dirjen Pelayanan Kesehatan di Madinah, dan dari Kerajaan Arab Saudi kepada pemerintah Indonesia atas kinerja yang baik yang dilakukan tim kesehatan haji. Penghargaan itu diperoleh berkat pelayanan kesehatan jemaah yang dinilai semkain bagus. Sekjen Kementerian Kesehatan Untung Suseno menyebut cara-cara petugas haji memberikan pertolongan agak berbeda dengan negara-negara lain.

“Di sini kita memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat sehingga alhamdulillah lebih baik dari tahun-tahun kemarin,a�? kata Untung di Madinah.

Pelayanan yang terdapat di RS Arab Saudi menurut dia juga sudah baik sekali. Mereka memberikan pelayanan terbaik dengan peralatan yang sangat baik dan tanpa biaya. Jemaah Indonesia juga ditangani dokter-dokter yang terkenal paling profesional di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, Kepala Layanan Kesehatan Komite Haji Arab Saudi Ehsan A Bouges juga memuji kinerja tim kesehatan Indonesia.

Petugas haji Indonesia bekerja dengan sistem yang tertata dengan baik. Ia menyontohkan, saat petugas atau pekerja medis Saudi menangani jemaah dari Indonesia, mereka tinggal mengirim nomor paspor jemaah bersangkutan ke Panitia Penyelenggaraan Ibadan Haji (PPIH) Arab Saudi baik dari Kementerian Agama maupun Kementerian Kesehatan.

Berdasarkan nomor paspor itu, pihak Saudi bisa langsung mengetahui data jemaah terkait, mulai dari data pribadi hingga riwayat kesehatannya dan mengambil tindakan. a�?Saya bertemu dengan banyak misi haji dari negara lain, dan mereka bahkan tak memiliki laporan lengkap soal jemaah,a�? kata dia.

Pelayanan Kesehatan Komite Haji Arab Saudi juga melakukan sejumlah upaya peningkatan pelayanan kesehatan haji tahun ink. Di antaranya adalah peningkatan kapasitas pendingin ruangan di pos-pos kesehatan dan penambahan jumlah ambulans. Salah satu yang perlu dibenahi adalah pemahaman jemaah Indonesia yang kerap melakukan umrah berkali-kali saat berada di Makkah baik sebelum maupun setelah puncak haji. Ia mengingatkan, pengelola haji dari Thailand, Cina, dan Malaysia sudah melarang sama sekali jemaah mereka melakukan umrah sunah sebelum puncak haji. Kekhawatiran ini tergambar dalam jumlah kematian jemaah Indonesia yang sebagian besar terjadi di Makkah.

Sampai pada hari Ahad tanggal 23/9 malam, terdapat sebanyak 462 Kloter yang membawa 185.813 jemaah haji telah dipulangkan ke Tanah Air. Sedangkan jemaah gelombang kedua yang masih di Madinah sebanyak 49 kloter (17.118 jemaah). Sepanjang musim haji tahun ini, total rujukan ke KKHI Madinah mencapai 1.173 jemaah. Dua hari menjelang kepulangan, tiga jemaah masih dirawat di KKHI Madinah dan 34 jemaah masih dirawat di RS Arab Saudi di Madinah. Di KKHI Makkah, total jemaah yang dirujuk sebanyak 4.115 orang. Sementara jemaah yang masih dirawat inap di RS Arab Saudi di Makkah sebanyak 21 jemaah.