Rekam Biometrik, Kemenag Tunggu Respo Dari Arab Saudi.

Pelaksanaan umrah pada tahun ini mengalami banyak inovasi, diantaranya adalah rekam biometrik yang saat ini menjadi polemik di kalangan pemilik travel dan jemaah umrah. Bagaimana tidak, jemaah umrah saat dan pemilik travel masih dibingungkan dengan bagaimana cara atau langkah-langkah dalam melakukan rekam biometrik ini. selain itu, rekam biometrik hanya bisa dilakukan di daerah-daerah tertentu saja, sehingga menyulitkan orang yang akan melakukan rekam biometrik.

Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sudah melayangkan surat keberatan perekaman data biometrik untuk jemaah umrah pada Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia. Surat itu meneruskan adanya keluhan jemaah umrah dan penyelenggara pada 3 Oktober lalu. Sepertinya, masih banyak layanan biometrik yang harus dibenahi oleh pemerintah. Baik pemerintah Indonesia maupun pemerintah Arab Saudi.

a�?Sampai saat ini, hasil koordinasi kami dengan Kemenlu. Kemenlu sudah melayangkan surat ke Kedubes Arab Saudi tertanggal 4 Okrober 2018,a�? kata Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Mastuki.A�Ia menjelaskan bahwasanya surat tersebut berisi tentang permintaan pada Pemerintah Arab Saudi agar mempertimbangkan kembali penerapan rekam biometrik atau menunda pelaksanaannya. Disinggung apakah ada tenggang waktu, Mastuki mengatakan bahwasanya Kementerian Agama menunggu nota diplomatik dari Kementerian luar negeri sebagai wakil pemerintah yang berwenang atas permasalahan tersebut. Maka dari itu, pemerintah perlu menindak lanjuti terkait pelayanan yang akan disebar tersebut sebelum menyerahkan aplikasi tersebut kepada jemaah umrah maupun kepada biro perjalanan umrah.

a�?Kami saat ini dalam posisi menunggu respons dari pemerintah Saudi. Kami tetap koordinasi dengan Kemenlu untuk mendapat info yangA�up to dateA�(terbaru),a�? ujar dia.

Pengurus Permusyawarakatan Antar syarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (Patuhi) sepakat tidak akan mengurus perekaman data biometrik calon jemaah umrah di perusahaan VFS Tasheel. a�?Tidak (akan mengurus). Kita sudah sepakat,a�? kata Ketua Harian PATUHI Artha Hanif.

Selain itu, Patuhi sudah mengimbau kepada seluruh calon jemaah umrah atau penyelenggara ibadah umrah, tidak perlu datang ke VFS Tasheel sejak aksi 3 Oktober 2018 lalu hingga seterusnya. Ia mengatakan bahwasanya, sebelum aksi, jemaah umrah bisa berangkat dan tiba di Arab Saudi tanpa perlu mengikuti perekaman biometrik. Jemaah umrah tetap bisa masuk ke Arab Saudi tanpa melalui proses itu.

Namun, yang perlu dikhawatirkan adalah terkait jemaah umrah yang bersikap semena-mena dan adanya petugas yang tidak mengetahui adanya sistem tersebut. Hingga pada akhirnya akan adanya jemaah umrah yang tertangkap oleh petugas haji dan umrah di Arab Saudi atau pemerintah Arab Saudi. Tetapi, jika layanan ini telah berlaku, maka perbaiki layanan terlebih dahulu sebelum meluncurkan layanan tersebut kepada jemaah umrah.