Kisah haji dialami oleh jamaah haji tertua dari Indonesia ini bisa dijadikan pelajaran oleh kita.

Pada musim haji tahun 2018 dihebohkan dengan keikutsertaannya jemaah haji Indonesia tertua yang mencapai usia 120 tahun. Jemaah haji asal Lombok, NTB itu baru saja tiba di Bandara King Abdulaziz, Jeddah. Beliau melakukan haji dengan mengenakan kursi roda, dan sudah langsung berihram jemaah bernama Dirah bin Mustopa tersebut berasal dari kloter 09 Embarkasi Lombok. Dirah datang tanpa ditemani sanak keluarga ke Tanah Suci. Meski harus dinaikkan kursi roda, Dirah nampak senang tiba di Tanah Suci. a�?Alhamdulillaha�� alhamdulillaha��,a�? kata dia.

Menurut catatan, aslinya Dirah didaftarkan berangkat haji menggunakan paspor dengan tahun kelahiran 1932. Dengan dokumen resmi itu, Dirah berusia 86 tahun. Namun ia mengklaim bahwasanya sebenarnya beliau telah berusia 120 tahun. Kisah ini diiyakan sejumlah rekan-rekan satu rombongannya yang beberapa merupakan tetangga di kampung halaman. Dirah memang tampak uzur sekali. Bahkan ketika tiba di Bandara, ia harus dibawa kursi roda. Ia juga tak bersandal meski hal itu disyariatkan bagi mereka yang berihram. Bahkan, Dirah yang ketika ditemui petugas tidak membawa air minum. Petugas pun berinisiatif membelikan dan Dirah terlihat senang.A�

Oleh pihak Daker Bandara, yang bersangkutan langsung dititipkan ke petugas pendamping jemaah setelah diperiksa kesehatannya. Dirah berangkat bersama 131 jemaah haji lainnya dari Lombok Barat. Ia berasal dari Desa Duman, Kecamatan Lingsar. Ia mengaku bahwasanya didaftarkan haji oleh keluarganya pada tahun 2003. Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat mengatakan bahwasanya, sejauh ini klaim usia Dirah hanya dari keterangannya saja dan belum bisa dikonfirmasi. a�?Kita tidak punya cara mengetahui secara pasti umurnya, (apakah benar 120 tahun),a�? kata Arsyad di Bandara KAIA.

Merujuk dari data Daker Bandara, sepanjang kedatangan gelombang pertama hingga awal kedatangan gelombang kedua pada 30 Juli 2018, sekira 6,4 persen jemaah berusia di atas 71 tahun dengan total jemaah 5.806 orang. Sedangkan yang berusia 61 hingga 70 tahun sebanyak 18.685 jemaah, atau 20 persen dari total jemaah yang telah tiba. Sementara jemaah haji yang berusia 51 hingga 60 tahun sebanyak 31.770 atau 35,2 persen dari total jemaah haji. Sebaliknya, total jemaah haji dari usia di bawah 20 tahun hingga 40 tahun sebanyak 9.964 orang atau 10,96 persen dari total jemaah haji yang telah tiba.

Yang perlu di garis bawahi adalah jemaah haji yang melakukan haji haruslah mencapai tahap pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan di rumah sakit maupun di puskesmas-puskesmas. Namun, yang paling banyak adalah pemeriksaan kesehatan melalui rumah sakit dan mendapatkan surat rekomendasi untuk bisa melakukan haji.