Sistem pelayanan kesehatan haji tahun mendatang akan sinergi dengan para petugas haji kemenag.

Masalah kesehatan haji pada tahun ini telah banyak dikomentari oleh berbagai pihak, salah satunya kementerian kesehatan dan kementerian agama. Kesehatan jemaah haji sangat penting, karena menyangkut nyawa seseorang. pada tahun ini, jemaah haji yang meninggal telah mengalami penurunan. Hal inilah yang sangat digaris bawahi, karena jemaah haji tahun ini lebih makmur daripada jemaah haji tahun ini. Selain itu, jemaah haji pada tahun ini memiliki pelayanan yang lebih baik daripada jemaah haji tahun yang sebelumnya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyelanggarakan evaluasi penyelenggaraan kesehatan ibadah haji 2018. Adapun salah satu rekomendasi dari hasil evaluasi tersebut mengenai penguatan integrasi petugas kesehatan dengan petugas Kementerian Agama (Kemenag) dalam program Istithaah haji.A�Menanggapi rekomendasi tersebut, Sekretaris Direktorat Jendral Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Ramadhan Harisman mengatakan bahwasanya pihaknya mendukung kebijakan Istithaa��ah kesehatan jemaah calon haji. Bentuk dukungan tersebut dituangkan dalam surat edaran dari Dirjen PHU Kemenag dalam Surat Edaran Nomor 4001/2018 tentang Persiapan operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 1439H/2018M.

Menurutnya, ketentuan mengenai dukungan atas pelaksanaan Istithaa��ah kesehatan dalam SE Dirjen PHU tersebut antara lain mengatur bahwa kepada seluruh jemaah haji yang masuk porsi pelunasan tahun berjalan diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di Dinas Kesehatan Jabupaten/Kota untuk memastikan status kesehatan masing-masing jemaah sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Kesehatan nomor 15 tahun 2018 tentang Istithaa��ah Kesehatan Haji. a�?Proses pemeriksaan kesehatan dimaksud dilakukan sebelum seorang jemaah haji melakukan pelunasan BPIH tahun berjalan.a�?

Selain itu, pihaknya juga mengatur ketentuan mengenai penerbitan Surat Panggilan Masuk Asrama Haji (SPMA). Untuk mengurangi potensi Jemaah haji yang sudah masuk asrama ditunda keberangkatannya dengan alasan kesehatan, mulai masa operasional haji 2018.

a�?SPMA diterbitkan dengan ketentuan bahwa seorang jemaah sudah disuntik Meningitis dan memiliki surat keterangan Istithaa��ah kesehatan dari Kemenkes,a�? ucapnya.

Ia menambahkan, pada Agustus 2015 telah ditandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Menteri Kesehatan Republik Indonesia dengan Menteri Agama Republik Indonesia mengenai Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan lbadah Haji dan Umrah di Bidang Kesehatan. aMoU tersebut ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Sekjen Kementerian kesehatan dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada bulan Juni 2016 mengenai Pemanfaatan Data dan lnformasi Jemaah Haji dan Jemaah Umrah di Kementerian agama dan Kementerian kesehatan melalui integrasi Siskohat (Kemenag) dengan Siskohatkes (Kemenkes).

a�?Jemaah calon haji dapat melakukan pelunasan BPIH apabila ada surat Istitha’ah kesehtan dari Dinas Kesehatan Kab/Kota,a�? ungkapnya.

Maka dari itu, sebelum melakukan haji maupun umrah, jemaah tersebut di anjurkan untuk melakukan istithaa��ah terlebih dahulu, karena untuk mengantisipasi adanya jemaah haji atau umrah yang sakit atau yang lainnya.