Jamaah umrah harus mengetahui bahwa saat ini mulai masuk musim hujan atau dingin, khususnya saat di Arab Saudi saat menjalani umroh.

Umrah merupakan ibadah sunnah yang sering diminati warga Indonesia, karena menunggu pelaksanaan haji yang terlalu lama dan tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, banyak  masyarakat yang melaksanakan umrah terlebih dahulu. Apalagi pada bulan-bulan akhir menjelang tahun baru. Banyak masyarakat Indonesia yang ingin memanfaatkan waktunya di kota suci Mekkah.

Bagi jemaah umrah yang sedang atau pada pekan ini akan berada di tanah suci waspadalah akan bahaya banjir akibat hujan lebat di sana. Hujan lebat  diperkirakan akan mengguyur wilayah Saudi Arabia hingga Ahad depan. Seperti yang dilansir dari media Arab Saudi, pihak Otoritas Meteorologi Umum dan Perlindungan Lingkungan Saudi Arabia mengatakan dalam laporan terbarunya pada hari Rabu lalu bahwa cuaca buruk akan terus berlanjut dari Kamis hingga Ahad mendatang. Adanya informasi ini kiranya para jemaah mulai melakukan antipasi. 

Hujan deras sampai sedang disertai dengan petir, badai pasir dan hujan salju akan dialami dari Kamis hingga Sabtu di beberapa daerah, termasuk Madinah, Khaibar, Yanbu, Makkah dan Taif. Hujan sedang akan berlanjut di wilayah pesisir Jeddah, Rabigh, Allaith dan Qunfuda. Pihak berwenang tersebut memperkirakan hujan deras hingga sedang di daerah-daerah seperti Tabuk, Taima, Al-Wajh, Al-Baha, Baljurashi dan Al-Jouf hingga Sabtu. Hujan lebat sampai sedang diperkirakan terjadi di Qasim, Riyadh, Provinsi Timur, Perbatasan Utara, Asir, Salam, dan Jazan dari Kamis hingga Minggu.

Ancaman banjir akibat hujan turun dengan lebat memang menjadi masalah serius. DI Makkah misalnya genangan air hujan kerapkali mengakibatkan banjir hingga area mataf. Tapi genangan ini berlangsung tak lama karena air cepat surut. Masjidil Haram yang letaknya di lembah yang dikelilingi perbukitan memang dari zaman nabi menjadi tempat yang sering banjir. Ini beda dengan Madinah yang meski hujan lebat tapi banjir tak pernah terlampau parah.

Di kota Jeddah akibat hujan malah beberapa tahun silam menyebabkan banjir besar. Jalanan menjadi saluran air. Lalu lintas menjadi macet total. Mobil-mobil terbawa air, Beberapa orang meninggal menjadi korban banjir karena terhanyut. Para petugas haji dan petugas umrah, seperti di katakan mantan staf konjen haji di Jeddah, Arsyad Hidayat, harus memberi tahu bahaya yang akan terjadi bila terjadi hujan lebat. Para jemaah harus diminta segera berlindung di tempat aman dari banjir. Bagi yang kebetulan ada di jalan harus waspada dan segera menyingkir dari jalan karena bisa saja jalanan berubah menjadi sungai yang membawa air bah dari akibat derasnya hujan.

‘’Ingat di Arab Saudi masih terbatas sarana saluran air di pinggir jalan. Maka segera menyingkir bila hujan turun. Biasanya hujan turun juga disertai petir yang keras, Maka para jemaah dan petugas umrah harus waspda ketika hujan turun di sana,’’ katanya.