Muthawif dalam hal ibadah umroh khususnya, sangat penting peran dan tugasnya, terutama saat bersama para jamaah yang ia dampingi ini.

Berkenaan dengan ibadah umrah dan haji, selalu berhubungan dengan muthawif. Nama Muthawif tentu tidak asing lagi bagi setiap umat Islam yang sudah pernah melakukan ibadah umrah atau haji. Muthawif merupakan orang yang dipercaya penyelenggara perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) mendampingi rangkaian ibadah umrah para jamah di Tanah Suci.

Proses rangkai ibadah umrah atau haji sekalipun perlu didampingi seorang muthawif. Ini agar semua rangkai ibadah umrah seseorang di Tanah Suci dapat berjalan lancar dan afdol. Ustaz Zaini (23 tahun), muthawif asal Bangkalan Madura Jawa Timur mengatakan bahwasanya, selain bertugas mendampingi jemaahhaji, ia juga sering diminta badal umrah untuk orang tua, saudara para jemaah yang sudah meninggal.

“Iya itu tugas kita kalau ada jemaah yang meminta badal untuk ayah, ibuatau saudaranya yang sudah meninggal,” kata Ustaz Zaini.

Selain diminta badal umrah, sebagai muthawif juga Ustaz Zaini tidak menolak jika jemaah yang didampinginya meminta dibelikan sesuatu barang sekaligus menawarkan suatu sandang atau pangan yang dibawa ke kampung halaman jamah. Katanya, banyak faktor kenapa para jemaah meminta dibelikan sesuatu kepada para muthawif.

“Selain tidak tahu tempat jemaah juga tidak tahu berapa sebenarnya nilai harga jual yang layak suatu barang di tanah suci,” katanya.

Selain Ustaz Zaini, muthawif asal Nusa Tenggara Barat Ustaz Achmad Fauzi Suhemi juga kerap diminta tolong jemaah untuk membeli satu barang. Rata-rata barang yang minta dibelikan pakai, kurma (ajwa dan sukary), dan madu Yaman. Alasan jemaah meminta dibelikan suatu barang kepadanya adalah supaya bisa mendapatkan harga yang pantas. Karena banyak pendagang di sana menjual barang daganganya dengan harga yang jauh lebih tinggi.

“Biasanya teman-teman muthawif akan menyampaikan agar tidak membeli barang yang tidak sesuai harga. Jadi, jemaah kami himbau untuk berhati-hati dan tidak perlu sungkan minta bantuan,” kata Ustaz Zaini yang telah menjadi mukimin sejak 2004.

Ustaz Hamsudin mukimin asal Madura Jawa Timur ini juga bercerita, selainbertugas mendampingi ibadah umrah jemaah baik yang wajib dan sunah seperti badal umrah juga sering diminta jemaah untuk mencarikan sesuatu barang yang akan dibawa. “Paling tidak diminta adu tawar harga agar dapat harga yang sesuai,” katanya.

Ustaz Hamsudin yang mengaku telah mukimin di Tanah Suci sejak 2010 itu mengatakan, sangat tidak keberatan jika diberikan tugas tambahan oleh jemaah secara pribadi atau rombongan. Karena, kata dia, apa yang diperlukan jemaah merupakan bagian pekerjaannya yang harus dilaksanakan tanpa mengenal lelah.“Kita lillahitaalla saja. Urusan ada timbal balik apa yang kita kerjakan kita juga tidak menolak,” selorohnya.