Agar kita tidak durhaka pada orang yang sedang kita hadapi, sebaiknya kita menggunakan 7 hal pentinng ini saat menghadapi orang ini.

Memang, berhadapan dengan orang merupakan hal yang paling penting, terlebih orang yang sudah mengalami lanjut usia, karena orang yang lanjut usia cenderung memiliki sikap yang seperti anak kecil dan sifat yang sangat egois. Selain itu, sifat orang yang egois juga terkadang terjadi pada umur yang tidak tua. Beikut ini adalah cara menghadapi orang yang memiliki sifat egois agar tidak durhaka:

  1. Berbicara dengan sopan

Ketika kita menghadapi sifat orang tua yang egois, maka kita tidak boleh membalasnya dengan perbuatan yang sama. Cara terbaik adalah membicarakannya dengan sopan dan tutur kata yang halus. Islam mengajarkan untuk bersikap baik terhadap orang tua. Sekalipun orang tuanya yang berbuat salah. Terkecuali bila orang tua menyuruh berbuat syirik maka kita wajib menolak. Namun ingat, harus bicara lembut ya!

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Quran:

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”(QS. Al-Isra’ ayat 23)

  • Bersikap sabar

Kita harus bersikap sabar. Sekalipun perbuatan orang tua menyakiti hati dan membuat kita menangis tetap saja kita tidak boleh marah-marah. Cobalah untuk bersabar. Tentu saja, bersabar bukanlah hal mudah. Namun apabila kita mampu melakukannya maka Allah Ta’ala akan memberikan pahala yang besar. Sebaigamana firman-Nya:

Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. (An-Nahl : 96)

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiaga-siaga (diperbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Imran: 200).

  • Menasehati dengan tutur kata yang lembut

Jika memang orang tua bersikap egois untuk hal yang tidak diridhoi oleh Allah, maka sikap kita adalah menasehatinya dengan lembut. Mengucapkan tutur kata yang baik dan jangan bersikap sok tau. Lakukan saja layaknya sharing. Bagaimanapun juga kewajiban seorang anak adalah menghormati orang tua. Jadi tidak dibenarkan apabila kita bersikap seolah lebih pintar. Dengarkan saja pendapatnya. Kemudian kita juga turut menyampaikan pendapat. Seperti itu saja.

  • Menuruti kemauan orang tua

Orang tua bersikap egois untuk beberapa alasan. Kita perlu memperhatikan penyebabnya terlebih dahulu sebelum mengambil sikap. Apabila kemauannya tidak merugikan dan tidak bertentangan dengan syariat agama, maka sebaiknya pertimbangan lagi. Ingatlah, bahwa orang tua pasti ingin yang terbaik bagi anak-anaknya. Walaupun menurut pandangan kita kurang cocok tapi cobalah menerimanya dengan ikhlas. InsyaAllah diridhoi oleh Sang Maha Kuasa.

  • Jangan menyakiti perasaan orang tua

Cara menghadapi orang tua yang egois menurut islam haruslah dengan cara yang baik. Tidak boleh menyakiti ataupun menyinggung perasaan orang tua. Sebab perbuatan tersebut termasuk durhaka pada orang tua. Dan perlu kalian tahu, durhaka adalah dosa yang besar.

Maukah aku beritahukan kepadamu sebesar-besar dosa yang paling besar, tiga kali (beliau ulangi). Sahabat berkata, ‘Baiklah, ya Rasulullah’. Bersabda Nabi: Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua serta camkanlah dan saksi palsu dan perkataan bohong”. Maka Nabi selalu megulangi, ‘Dan persaksian palsu’ sehingga kami berkata, ‘semoga Nabi diam.” (HR.Bukhari dan Muslim).

  • Jauhi perdebatan

Sebisa mungkin hindari perdebatan. Tidak baik berdebat dengan orang tua sebab bisa memicu keluarnya ucapan yang kasar. Jika memang tidak setuju maka cukup berbicara lembut atau diam saja.

Ada tiga jenis orang yang diharamkan Allah masuk surga, yaitu pemabuk berat, pendurhaka terhadap kedua orang tua, dan seorang dayyuts (merelakan kejahatan berlaku dalam keluarganya, merelakan istri dan anak perempuan selingkuh).” (HR. Nasa’i dan Ahmad).

  • Ajak orang tua mengikuti kajian

Apabila kita memang tidak mampu memberikan nasehat yang baik pada orang tua, maka cobalah mengajak orang tua mengikuti kajian atau majelis ilmu. Hal ini dapat membantu membuka wawasan orang tua. Namun ingat, untuk cara mengajaknya sebaiknya secara baik-baik. Jika memang orang tua tidak mau atau tidak sempat karena terlalu sibuk, kita bisa menunjukkan video agama kepada orang tua. Tunjukkan bahwa agama islam itu bersifat toleran dan memiliki batas-batas yang jelas antara haram dan halal.