Kisah nyata dari jamaah haji saat menjalankan ibadah hajinya ini tak disangka-sangka, bahkan datangnya secara tiba-tiba saat di tanah suci.

Pada tahun 2006, terdapat jemaah haji yang melakukan ibadah haji, dia berasal dari yogyakartadan berangkat melalui donohudan. Pada tahun itu,tidak ada waktu tunggu, artinya, ketika mendaftar tahun ini, maka akan berangkat tahun ini pula, karena belum ada dana talangan dari bank. Sebelum melakukan haji, biasanya calon jemaah haji melakukan manasik haji. manasik haji di daerah ini dilakukan di pantai Parangkusuma yang diibaratkan sebagai Padang Arafah dengan gumuk pasit yang dilakukan tepat jam 12.00. bisa dibayangkan terpaan sinar mataharu diatas kepada dan pasir yang sangat panas.

Ketika itu, jemaah diberangkatkan pada gelombang kedua yang langsung ke Makkah, sehingga sejak dari donohudan sudah memakai kain ihram. Karena ketika sampai di Makkah, jemaah akan mengerjakan umrah yang diniatkan di dalam pesawat diatas kota Tan’im (miqat umrah).

Ketika di Makkah dan Madinah, jemaah tersebut mengalami beberapa kejadian yang unik, diantaranya adalah:

  1. Ketika suaminya mengalami batuk-batuk dan tidak bisa sembuh, kemudian jemaah tersebut (sang istri) mengatakan “kok batuk-batuk terus, kenapa tidak diobati?”. Ketika mengatakan tersebut dilakukan pada malam hari, tetapi ketika pagi menjelang, jemaah tersebut mengalami batu-batuk dan tidak bisa sembuh-sembuh.
  2. Setelah selesai melakukan sholat Isya’ di Masjidil Haram, jemaah tersebut diingatkan oleh suaminya agar hati-hati dengan identitas dan alamat pemondokan yang ditempel dengan peniti, karena berdesakan dengan banyak orang. Tetapi jemaah tersebut berkata “tidak mungkin hilang”. Setelah itu, pada pagi harinya, dia berheran, karena identitasnya hilang setelah berdesakan dengan orang lain ketika melakukan ibadah haji.
  3. Setelah sholat Ashar, jemaah tersebut bertemu di tangga Masjidil Haram, kaki kanan jemaah tersebut tiba-tiba dicakar oleh kucing tersebut padahal biasanya tidak pernah bertemu dengan kucing. Kemudian jemaah tersebut ingat bahwasanya ketika berada di Indonesia, jemaah tersebut suka menjaili kucing piaraan yang sedang tertidur pulas dengan kaki kanannya.
  4. Di kota Madinah, sebelum sholat dhuhur, HP jemaah tersebut mau dipinjam oleh suaminya untuk mengabarkan jemaah satu kloter yang meninggal dunia teman sekantornya. Saat HP mau diserahkan, dalam hati terdapat rasa kurang ikhlas, karena pulsanya baru saja diisi. Namun, kejadian lain menimpanya, HP tersebut hilang di Masjidil Haram.

Dari beberapa pengalaman jemaah haji tersebut, maka kita jangan berlaku sombong kepada siapapun. Karena belum tentu kita lebih baik dari orang tersebut. Untuk pesan pada point ketiga, kucing merupakan hewan kesayangan Abu hurairah, termasuk juga hewan kesayangan Nabi SAW, maka jangan di ganggu ketika sedang tertidur atau yang lainnya.

Untuk pesan pada point keempat, ketika meminjamkan HP atau barang, maka lebih baik ikhlas dalam hati, jangan takut rusak, pulsa habis dan tidak diganti atau yang lainnya. Lakukanlah ibadah haji dengan niat yang tulus ikhlas karena Allah. bukan karena ingin di panggil pak haji dan bu haji oleh orang lain.