Biaya haji akan bisa objektif jika memakai kurs dolar. Saat ini Indonesia masih mengalami turun-naik kurs nilai terhadap rupiah yang terus melemah.

Keinginan masyarakat muslim di Indonesia yang menunaikan haji, maka semakin panjang pula antrian jemaah haji Indonesia. hingga saat ini, antrian untuk jemaah haji sepanjang 10 tahun bahkan lebih. Permasalahan lain yang dihadapi Indonesia adalah tidak stabilnya nilai tukar mata uang asing dengan mata uang Indonesia. selain itu, terkadang ketika pelaksanaan haji datang nilai kurs menguat, artinya jemaah haji Indonesia harus menyiapkan uang lebih untuk menunjang hidupnya selama di Arab Saudi.

Pemerintah telah mengupayakan jika sampai terjadi nilai kurs mengalami kenaikan. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwasanya pihaknya akan mengajukan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1440 H dengan kurs dolar. Langkah ini lantaran kurs dolar nilainya lebih objektif.

“Kita akan ajukan BPIH 1440 H pakai kurs dolar. Jika harus dirupiahkan, itu akan digunakan kurs saat musim haji tiba,” katanya seperti dilansir dari laman Kementerian Agama (Kemenag).

Untuk mendapat perbandingan, Menag meminta jajaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah untuk brainstorming dengan penyelenggara haji negara lain. “Lakukan survey ke negara lain, sebagai pembanding, semisal ke Malaysia, Turki, mereka bayar berapa tenda Arafah, katering, dan lain-lain,” tambah Menag.

Sementara Sesditjen PHU Ramadhan Harisman melaporkan bahwasanya pihaknya sudah melakukan beberapa kali rapat BPIH 1440 H dengan Panja DPR. “Komisi VIII akan melakukan Kunker ke Saudi. Setelah dari Saudi sekira bulan Februari akan ada penetapan BPIH 2019,” kata Ramadhan.

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Ditjen PHU Maman Saepulloh, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Ditjen PHU Sri ilham Lubis, Kasi Penyiapan Transportasi Udara Subdirektorat Transportasi dan Perlindungan Jemaah Haji Reguler Ditjen PHU Edayanti. Penetapan biaya haji harus mengalami beberapa pertimbangan, salah satunya adalah pertimbangan terkait tempat tinggal jemaah haji, baik ketika berada di Indonesia atau ketika di Arab Saudi. Selain itu, pertimbangan lainnya adalah terkait makan jemaah haji ketika berada di Arapa Saudi maupun di Indonesia. Pertimbangan lainnya adalah terkait petugas-petugas yang akan membantu jemaah haji ketika berada di Arab Saudi.

Untuk jemaah haji, sebaiknya tetap menjaga kesehatannya, menjaga pola makan, olah raga dan mempersiapkan apapun yang akan dibutuhkannya ketika berada di Arab Saudi. Jemaah haji juga harus menyiapkan sejumlah uang untuk persiapan ketika akan berangkat haji, karena kita belum mengetahui biaya haji tahun ini berapa.