Para migran Indonesia yang ada di Tanah Suci dan sekitarnya harus mengetahui dan memahami tentang pelayanan Yandu khusus ini.

Melakukan ibadah haji adalah kewajiban bagi umat muslim di dunia, tanpa terkecuali di Indonesia. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mengawali tahun 2019 dengan menggelar Pelayanan Terpadu (Yandu) di Madinah Al-Munawarah. Kegiatan Yandu ini meliputi kekonsuleran yakni legalisasi dan penerjemahan dokumen dan lapor diri, keimigrasian yang meliputi penggantian paspor yang telah habis masa berlakunya dan penerbitan paspor baru bagi anak yang baru lahir, serta konsultasi kewarganegaraan.

Pelayanan Yandu juga terkait ketenagakerjaan yakni dengan penerbitan perjanjian kerja/PK, penyelesaian sengketa perburuhan dan konsultasi ketengakerjaan. Sejak berlangsung pada 18 hingga 19 Januari 2019 kemarin, Tim Yandu telah melayani sekitar 300 permohonan untuk berbagai jenis kategori pelayanan. Para pemohon umumnya adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tinggal di Kota Madinah dan sekitarnya. Selain itu juga para mahasiswa yang tengah menimba ilmu di Universitas Islam Madinah.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Urusan Haji untuk Daerah Kerja Madinah ini merupakan program rutin KJRI Jeddah. Adapun tujuannya untuk mendekatkan pelayanan dan memperkuat pelindungan bagi masyarakat WNI yang tinggal di daerah-daerah yang berjauhan dari KJRI Jeddah.

“Jarak tempuh ke Madinah dari KJRI sekitar 460 kilometer. Cukup merepotkan bagi masyarakat untuk datang ke KJRI Jeddah. Belum lagi paspor tidak bisa langsung jadi di hari yang sama. Butuh waktu, tenaga dan ongkos yang tidak sedikit,” ujar Safaat Ghofur, Pelaksana Fungsi (PF) Konsuler-1 yang merangkap Koordinator Pelayanan dan Pelindungan Warga.

Selain pelayanan dokumen, Tim Yandu juga membuka counter layanan konsultasi dan penyuluhan hukum, penyelesaian sengketa perburuhan, dan kunjungan kampus. Mereka menghadiri kegiatan turnamen sepak bola antarmahasiswa Universitas Islam Madinah yang berasal dari berbagai negara.

Tim juga menggelar sosialisasi hukum agar masyarakat Indonesia di Arab Saudi bisa membawa diri dengan menaati hukum dan menghormati adat-istiadat masyarakat setempat. Menyangkut keimigrasian, Ahmad Zaeni, Konsul Teknis Imigrasi, mengingatkan kepada warga agar menyimpan paspor di tempat yang aman dan mudah diingat. Dia juga mengigatkan agar mereka selalu mengecek masa berlaku paspor dan izin tinggalnya. Karena paspor bagi mereka sangat penting dan diharapkan tidak sampai hilang.

Teknis Imigrasi KJRI Jeddah memberikan 10 paspor gratis kepada WNI yang berhasil menjawab pertanyaan seputar keimigrasian. Ini dilakukam dalam rangka memperingati hari bakti Imigrasi ke-69. Sedangkan di bidang ketengakerjaan, Konsul Tenaga Kerja, Mochamad Yusuf, menekankan bahwasanya pentingnya semua PMI memiliki Perjanjian Kerja (PK) yang ditandatangani oleh tiga pihak, yaitu KJRI Jeddah, Maktab Amal (Kantor Tenaga Kerja) dan Kadin Arab Saudi. Yusuf menambahkan, PK tersebut menjadi pegangan hukum bagi PMI dan KJRI dalam memperjuangkan hak-hak PMI jika di kemudian terjadi sengketa antara dirinya dengan perusahaan.