Puasa putih ternyata tidak hanya akan membuat yag menjalankannya diberi kemudahan, namun juga beberapa hal ini akan didapatkannya.

Puasa mutih berasal dari istilah jawa. Kata putih menjadi mutih, yang berarti memutihkan. Secara filosofis, maknanya bisa agar orang yang melaksanakan puasa tersebut menjadi putih hatinya, bersih jiwanya, dan mendapatkan keberkahan sebagaimana filosofis warna putih.

Puasa putih adalah suatu ritual puasa yang dilakukan dengan cara tidak makan dan minum, kecuali hanya makan nasi putih dan air putih seadanya. Puasa ini dikenal di kalangan orang-orang yang memiliki kepercayaan terhadap aliran kejawen dan tradisi-tradisi tertentu, khususnya di tradisi Jawa. Tujuan dari puasa ini adalah untuk mendapatkankan ilmu ghaib, supranatural, dsb. Puasa mutih ini biasanya dilakukan pada tanggal tertentu saat bulan purnama, memperlihatkan sinar putih. Biasanya terjadi pada tengah-tengah bulan, menurut perhitungan kaldender islam/kalender hijrriah.

Dalam ilmu kesehatan, puasa dikenal sebagai proses untuk treatment atau terapi kesehatan tertentu. Misalnya saja, orang yang terkena penyakit gula atau diabetes, dia harus berpuasa dari makan-makanan berkabohidrat tinggi, gula, atau manis-manis, dan hanya diperbolehkan minum air putih serta makanan yang hambar rasanya.

Proses puasa membuat tubuh mengeluarkan racun-racunnya secara optimal, karena saat itu tubuh berhenti untuk mencerna makanan. Kerja tubuh menjadi lebih ringan dan banyak membakar lemak tubuh serta sisa-sisa racun yang bisa jadi belum teroptimalkan untuk dibuang saat manusia lebih banyak makan sepanjang waktu aktivitasnya. Puasa mutih dengan tidak makan-makanan selain dari nasi, dan minum air putih diantaranya memiliki beberapa manfaat yang bisa didapatkan. Meskipun dalam islam, sebetulnya ada makanan haram dalam islam, walaupun memang puasa mutih memiliki efek kesehatan yang baik. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari puasa mutih sebagai berikut :

  • Mengurangi Kadar Gula dan Garam dalam Tubuh

Dengan hanya memakan nasi dan air putih secara umum kadar gula dan garam dalam makanan menjadi terkurangi. Jika memakan masakan dari hasil masak-masakan biasanya mengandung banyak gula dan garam, atau bisa jadi berlebihan kandungannya. Dengan hanya makan nasi dan air putih, asupan yang masuk hanyalah karbohidrat yang dibutuhkan tubuh serta air putih agar tidak terjadi dehidrasi.

  • Mengurangi asupan lemak, dan energi lebih optimal digunakan

Dengan hanya mengkonsumsi nasi, tentunya lemak menjadi terkurangi pula. Konsumsi nasi dan  air putih maka tidak ada asupan lemak yang masuk. Sedangkan, dengan terbatas lemak yang masuk ke dalam tubuh, maka lemak yang tertimbun di dalamnya, sebelumnya menjadi terpakai untuk bertahan saat tidak ada asupan lemak yang masuk. Dengan begitu, akhirnya lemak dalam tubuh lebih optimal digunakan dan yang tertimbun menjadi sedikit. Resiko penyakit pun jauh lebih rendah.

  • Membantu mendetoks racun-racun yang ada dalam tubuh

Dengan hanya mengkonsumsi asupan yang terbatas nasi dan air putih, hal ini membantu tubuh untuk mendetoks racun-racun yang ada dalam tubuh. Hal ini membuat kerja tubuh menjadi lebih optimal, dan racun-racun yang masih ada dalam tubuh menjadi mudah untuk keluar. Jika sehari-hari lebih banyak makan-makanan yang berat, maka kerja detoks dalam tubuh kurang optimal. Sedangkan, jika tidak ada asupan berat, detoks lebih ringan untuk dilakukan karena kerja tubuh tidak double.

Oleh karena itu, jika anda menginginkan untuk tubuh yang sehat, sebaiknya lakukan puasa mutih ini. Akan tetapi, dalam melakukan puasa mutih ini, tetap jagalah ibadah anda yang lain.