Umrah akan membuat siapa saja semakin gampang rejekinya.

Umrah merupakan ibadah sunnah yang dilakukan di Makkah dan Madinah yang pastinya jauh dari kampung halaman. Selain berada jauh dari tanah air, ketika umrah kita juga harus menyiapkan tenaga yang fit dan lebih. Umrah sebaiknya dilakukan ketika masih usia muda . tak terbayang, kisah-kisah haji maupun umrah banyak di espos ke media sosial dan banyak berita yang membahas tentang kisah masyarakat kecil yang bisa melakukan umrah dan haji walaupun dengan keadaan yang memprihatinkan. Caranya mudah, hanya dengan menabung selama bertahun-tahun.

Jika niat kita lillah, maka Allah akan memudahkan jalan kita. Apalagi untuk urusan beribadah dan tentunya dengan niat yang kuat, maka akan mudah untuk kita meraihnya. Usia muda jangan mau kalah dengan masyarakat yang usianya lebih dewasa atau lebih tua dibandingkan dengan kita (usia muda). Harusnya, usia muda, kita juga berjuang seperti yang dialkukan kalangan tua untuk mencari rezeki yang berguna untuk umrah.

  1. Umrah banyak mengandalkan kegiatan fisik seperti tawaf, saa��i, berkendaraan jarak jauh, berhadapan dengan perubahan cuaca, yang secara alamiah anak muda mempunyai kelebihan secara fisik.
  2. Daya ingat dan orientasi. Kemampuan mengingat doa, adaptasi lingkungan, orientasi bangunan di Tanah Suci, orang muda belum banyak lupa. Karena itu kita sering dengar kabar yang kesasar adalah para bapak atau ibu yang sudah sepuh.
  3. Yang muda dihadirkan untuk membantu yang lebih tua. Semakin kita muda semakin banyak prospek ladang amal kita di sana dari mulai mendampingi kerabat atau orang tua sampai membantu sesama jemaah.
  4. Jiwa petualangan yang masih menggebu. Perjalanan Umrah adalah petualangan, paling tidak kita membayangkan Rasulullah Saw memasuki Mekah, Nabi Ibrahim As melempar setan yang menggodanya di Jumrah-jumrah, atau membayangkan Siti Hajar berlari-lari mencari rezeki antara Safa dan Marwah. Itu semua kita laksanakan sebagai petualangan yang membuktikan ketaatan dan pencarian hikmah yang luar biasa untuk kehidupan kita di dunia. Belum lagi tempat-tempat bersejarah lainnya, yang tidak wajib dikunjungi tapi menarik untuk dijelajahi, seperti Gua Hira, tempat wahyu pertama kali diturunkan, Bukit Uhud, Masjid-masjid sekitar Madinah dan lain-lain yang bisa kita ziarahi selama 25-40 hari di Tanah Suci.
  5. Rasa ingin tahu yang tinggi membuat kita bersemangat untuk menambah pengetahuan dengan menjelajahi bagian-bagian Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Museum Haramain di Mekah, Percetakan Al-Qura��an di Madinah dan lain-lain.
  6. Orang muda yang berada pada usia produktif akan mempunyai kemampuan keuangan untuk menabung, sehingga semakin cepat dapat mewujudkan cita-cita naik haji maupun umrah.
  7. Kepulangan kita dari tanah suci hendaknya membawa oleh-oleh untuk lingkungan. Bukan kurma atau kain gamis tapi oleh-oleh kesholehan. Bila sejak muda kita sudah naik haji atau umroh dengan pulang membawa perubahan kearah kebaikan sekecil apapun, atau bahkan menjadi agent of change di lingkungannya, maka banyak kesempatan baginya beramal sholeh dari sejak usia belia.