Arab Saudi saat ini telah berhasil menyulap tempat-tempat kumuh yang awalnya tidak enak dipandang saat ini malah sebaliknya ini.

Kawasan kumuh hampir ada di semua negara di dunia, tanpa terkecuali di Arab Saudi. Di Indonesia, kawasan kumuh sudah mulai banyak di perbaiki dan bahkan menjadi kawasan yang sehat dan memiliki daya tarik bagi wisatawan asing maupun wisatawan lokal. Kawasan kumuh menjadi sasaran utama pembangunan pemerintah untuk mengubah dan mnyulap kawasan kumuh menjadi kawasan yang rapi dan teratur serta lebih baik dari sebelumnya. Mengubah kawasan kumuh tidak semudah mengubah kawasan biasa, karena harus mengubah di lingkungan maupun pada sosial masyarakatnya.

Seperti halnya yang ada di Arab Saudi, dalam waktu kurang dari setahun, sebuah perkampungan kumuh di Qatif, Arab Saudi, telah diubah menjadi permata dari ‘warisan’ urban Arab Saudi. Acara pembukaan pengembangan kota itu diresmikan pada hari Rabu tanggal 30/1 lalu waktu setempat. 

Gubernur Provinsi Timur, Pangeran Saud bin Naif bin Abdul Aziz, telah membuka proyek pusat Awamiyah di Qatif. Dalam acara peresmian itu, Pangeran Saud mengatakan bahwasanya mimpi untuk mengembangkan pusat Awamiyah telah terwujud dalam waktu kurang dari setahun. Ia mengatakan bahwasanya, tim telah mengubah daerah kumuh berbahaya yang menggambarkan ancaman lingkungan dan sosial itu menjadi situs warisan kota, yang bahkan lebih baik dari daerah lain.

“Raja Salman menyambut para pemilik properti sepanjang musim panas ketika pembangunan dimulai, ketika saya meletakkan batu fondasi di sini. Hari ini, saya merasa terhormat untuk meresmikan proyek ini,” kata Pangeran Saud, dilansir di Arab News

Walikota setempat, Fahad Al-Jubair, mengatakan bahwasanya dirinya merasa senang dengan kemajuan yang dibuat di pusat Awamiyah. Dia menyebutkan bahwa proyek tersebut sebagai salah satu transformasi paling ambisius di Kerajaan Arab Saudi dan merupakan harapan untuk menjadi lebih baik dari kawasan kumuh tersebut.

“Peresmian proyek Awamiyah pusat adalah langkah vital dalam pengembangan komprehensif Qatif dan kota-kotanya, sehingga tetap menjadi pusat budaya,” kata Al-Jubair. 

Menurut dia, proyek itu adalah suar yang memungkinkan bagi masyarakat Awamiyah. Pusat Awamiyah adalah sebuah mahakarya arsitektur dengan menara-menaranya yang tinggi, halaman luas, souq (pasar) tradisional dan pusat budaya. Dia merasa optimis, terkait Awamiyah ini akan menjadi sumber kebanggaan bagi Qatif selama bertahun-tahun mendatang.

“Pentingnya proyek itu, bagaimanapun, tidak terbatas pada arsitekturnya saja, tetapi juga mempromosikan konsep baru tentang partisipasi efektif warga negara dalam membentuk pembangunan. Orang-orang Qatif telah mengambil bagian dalam tahap desain proyek, dan secara aktif berpartisipasi dalam implementasinya,” tambahnya. 

Al-Jubair memuji perusahaan yang terlibat dalam proses pembangunan pusat Awamiyah ini. Dia mencatat, bahwa tenaga kerja dari lebih dari 1.200 orang telah menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari delapan bulan. Semua tenaga kerja itu juga mematuhi kode keselamatan dan kualitas yang semakin ketat.