Puasa merupakan kewajiban bagi umat muslim. Buka puasa menjadi sebuah kenikmatan orang yang puasa, terdapat cara berbuka puasa sesuai anjuran Rasulullah.

Buka puasa atau dalam istilah  bahasa arab disebut iftar merupakan salah satu waktu  yang ditunggu-tunggu umat Islam ketika menjalankan ibadah puasa. Entah itu puasa wajib maupun puasa sunnah. Dalam sebuah hadist Qudis juga pernah dikatakan bahwa kebahagiaan orang yang melaksanakan puasa itu ada dua yaitu ketika berbuka puasa dan ketika bertemu dengan Tuhannya (muttafaq ‘alaih).

Di Indonesia sendiri sudah menjadi kebiasaan ketika buka puasa pasti disediakan berbagai makanan, minuman dan cemilan bahkan ada budaya tersendiri dalam masyarakat yaitu ngabuburit. Ngabuburit merupakan  kegiatan yang dilakukan sembari menunggu adzan magrib. Kegiatannyapun bervariasi ada yang melaksanakan wisata kuliner ada juga yang beribadah di masjid atau mungkin hanya sekedar berjalan-jalan di taman kota. Hal tersebut bukanlah suatu masalah selama tidak menimbulkan kemudharatan. Namun sebagai seorang muslim hendaknya kita mengetahui bagaimana buka puasa yang sesuai dengan buka puasa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Berikut pembahasannya.

1. menyegerakan berbuka. Ketika seorang muslim mendengar adzan magrib maka hendaknya segera membatalkan puasa meskipun hanya dengan seteguk air, hal tersebut sesuai dalam hadist. Rasulullah bersabda, “Sahurlah karena di situ terdapat keberkahan” (HR Abu Dawud). Dalam hadits lain, Rasulullah berkata, “Manusia akan dilimpahi kebaikan selama mereka masih menyegerakan berbuka,” (HR Bukhari).

2. Membaca doa berbuka puasa Dalam hadis terdapat berbagai macam redaksi do’a buka puasa yang diajarkan Nabi. Dalam Maqashidus Shaum, Ibnu ‘Abdis Salam menampilkan beberapa redaksi, di antaranya do’a yang populer dibaca di Indonesia, yaitu

اللهم لك صمت وبك آمنت وعلى رزقك أفطرت

Artinya, “Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka”

Ada juga doa lain yang dibaca Rasulullah SAW

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

Artinya, “Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki”.

Selain doa buka puasa diatas, seorang muslim ketika memasuki waktu berbuka hendaknya memperbanyak doa karena pada waktu tersebut merupakan waktu yang mustajab.

3. berbuka dengan kurma atau segelas air sebelum mengerjakan shalat. Kesunnahan ini merujuk pada kebiasan Rasulullah bahwa beliau berbuka dengan kurma atau segelas air sebelum mengerjakan shalat (HR: Ahmad). Jadi, daripada langsung menyantap makanan yang disediakan maka seorang muslim lebih baik berbuka dengan kurma dahulu kemudian sholat magrib baru berbuka dengan makanan yang tersedia.

4. Dalam berbuka puasa Rasulullah menyarankan untuk berbuka puasa bersama-sama. Baik dengan keluarga, maupun kawan, rekan kerja bahkan dengan kaum duafa hal tersebut untuk menambah keberkahan dalam makanan yang dimakan sesuai hadits Hasan riwayat Abu Dawud, ada beberapa sahabat mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang? Beliau bersabda: Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri. Mereka menjawab, Ya. Beliau bersabda: Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya (HR Abu Daud).

5. dalam menyantap hidangan buka puasa hendaknya seorang muslim jangan berlebih-lebihan atau terlalu kenyang karena hal tersebut merupakan hal yang tidak disukai Allah SWT.

Kemudian yang terakhir yaitu ketika selesai menyantap hidangan buka puasa hendaknya seorang muslim bersyukur dan mengucapkan Alhamdulillah. Dari hadits riwayat Muslim, Anas Bbin Malik RA berkata, Rasulullah bersabda, sesungguhnya Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang mengucapkan tahmid sesudah makan atau minum. Semoga kita dapat mengamalkan apa yang sudah disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Wallahu a’lam bisshowab.