Banyak masyarakt yang menjalankan ibadah haji, namun apakah haji mereka termasuk dalam kategori haji mabrur?. yuk simak ciri-ciri haji mabrur.

Haji adalah suatu kewajiban bagi umat muslim di dunia, tanpa terkecuali umat muslim di Indonesia. Ibadah haji hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu, sehingga haji ini tidak bisa dilakukan setiap bulannya. Sehingga setiap jamaah haji yang menunaikan rukun Islam kelima ini pasti mendambakan predikat haji mabrur. Secara bahasa, ‘mabrur’ yang berasal dari bahasa Arab didapat dari kata barra-yaburru-barran, yang artinya taat berbakti. Dalam kamus Al Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap disebutkan, kata al-birru yang berarti ketaatan, kesalehan, atau kebaikan. Sedangkan, mabrur berarti haji yang diterima pahalanya oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, Umrah ke umrah berikutnya merupakan pelebur dosa antara keduanya. Dan, tiada balasan bagi haji mabrur, melainkan surga.” (HR Bukhari: 1683, Muslim: 1349). Dalam hadis lainnya Nabi SAW bersabda, Jihad yang paling utama bagi kamu (kaum perempuan) adalah haji mabrur.” (HR Bukhari).

Berikut ini adalah beberapa kriteria atau ciri-ciri haji mabrur :

  1. Motivasi dan niat ibadah tersebut ikhlas semata-mata menghadap ridha Allah SWT.
  2. Proses pelaksanaannya sesuai dengan manasik yang telah dicontohkan Rasulullah SAW, yakni syarat, rukun, wajib, bahkan sunah ibadah tersebut terpenuhi.
  3. Biaya, baik untuk ibadah haji, biaya perjalanan, maupun biaya untuk keperluan keluarga yang ditinggalkan, diperoleh dengan cara yang halal.
  4. Dampak dari ibadah haji tersebut adalah positif bagi pelakunya, yaitu adanya perubahan kualitas perilaku ke arah yang lebih baik dan lebih terpuji.

Haji mabrur juga dicapai oleh orang yang melaksanakannya sesuai dengan syarat, wajib, dan rukunnya, dan saat melaksanakannya dia tidak melakukan kemaksiatan. Yang dimaksud dengan haji yang mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah SWT dan lawannya adalah haji mardud.

Terdapat banyak ulama menyatakan tentang ciri-ciri dari haji mabrur. Menurut para ulama, ciri yang paling utama adalah berubahnya perilaku menjadi lebih baik setelah berhaji. Meningkat semangat belajarnya, meningkat usahanya untuk keluarga, juga meningkat semangat pengajiannya. Hubungan dengan keluarganya dan semangat membina anak-anaknya untuk beribadah semakin meningkat setelah pulang dari ibadah haji.

Derajat kemabruran akan dicapai seorang jamaah apabila melaksanakan haji sesuai dengan aturan syariat yang memenuhi syarat dan rukunnya, serta mengerjakannya dengan ikhlas.

Para jemaah haji yang meraih predikat haji mabrur juga senang membaca Alquran dan gemar melakukan shalat berjamaah. Salah satu tanda kemabruran haji, menurut para ulama, seorang jamaah melakukan apa yang telah dilakukan selama menunaikan haji. Kualitas haji mabrur terletak pada hati. Seorang haji mabrur hatinya selalu khusyuk. Ketika khusyuk, Allah selalu hadir di hatinya. Ia selalu sadar akan kehadiran Allah SWT pada setiap langkahnya dan keberadaannya. Untuk itu, ketika melakukan haji, haruslah sesuai dengan syariat dan hanya mengharap ridho dari Allah. jangan sampai kita melakukan haji karena ingin dipanggil pak haji atau bu hajjah. Wallahu a’lam bisshowab.