Perbaikan layanan haji setiap tahunnya akan mengalami perubahan, terlebih dalam hal pelayanan yang harusnya dilakukan perbaikan setiap tahunnya.

Pelaksanaan haji tahun 2019 ini akan segera dimulai, sehingga Tim penyediaan layanan haji dari Kementerian Agama segera berangkat ke Arab Saudi. Mereka akan mempersiapkan penyedia layanan hotel, katering, hingga transportasi. Sebagaimana keterangan pers dari Kementerian Agama, tim penyediaan layanan haji itu dibagi tiga, yakni tim akomodasi, transportasi darat, dan katering.         
“Akhir pekan ini atau awal pekan depan, mereka akan diberangkatkan ke Arab Saudi,” terang Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali di Jakarta.

Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis menjelaskan bahwasanya, tim penyedia layanan terdiri dari pejabat dan staf di lingkungan Ditjen PHU. Selain itu, ada juga perwakilan dari Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, serta Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung. Menurutnya, proses penyediaan ketiga layanan ini membutuhkan waktu cukup lama. Tim Akomodasi dengan 12 personil akan bertugas selama 86 hari. Tim Konsumsi dengan 11 anggota bertugas selama 60 hari. Sedang Tim Transportasi Darat dengan 11 personil akan bertugas selama 45 hari.       

Saat ini, para personel tim penyediaan layanan sedang menerima pembekalan akhir dari Ditjen PHU Kementerian Agama. Mereka menandatangani Pakta Integritas komitmen bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel.      
Pengadaan layanan tahun ini menerapkan sistem ‘repeat order’ atau pemesanan ulang. Penyedia layanan yang sudah disewa pada musim haji tahun lalu akan disewa kembali jika kinerjanya baik. Ada pula pencarian penyedia layanan baru sesuai kriteria yang diatur dalam pedoman penyediaan.          

“Penyedia tahun lalu yang dinilai berprestasi, akan kita kontrak kembali. Sisanya, kita cari penyedia baru yang lebih baik lagi,” kata Nizar Ali.        

Tim dituntut untuk menguasai bidang pekerjaan pengadaan dan penyediaan barang dan jasa, mampu berkomunikasi menggunakan Bahasa Arab, memahami administrasi perkantoran, serta menguasai teknologi informatika. Tim dikirim sejak dini karena mereka perlu melakukan pekerjaan sesuai tahapan penerimaan berkas, verifikasi dokumen, verifikasi lapangan, penilaian, hingga negosiasi.          

Pihak Kemenag berencana untuk menyewa hotel dengan kapasitas 210.717 orang di Mekah dan 208.795 di Madinah. 3.720.036 boks katering yang harus disiapkan di Madinah. Sementara kebutuhan di Mekah mencapai 8.264.240 boks, Jeddah 206.040 boks, sedang di Armina 3.306.920 boks. 

“Total lebih 15,4 juta boks katering yang harus disiapkan,” kata Sri Ilham Lubis.    
Pada tahun lalu, lebih dari tujuh puluh perusahaan katering yang menjalin kontak kerjasama untuk penyediaan makanan bagi jemaah haji Indonesia. Sebanyak 15 perusahaan berada di Madinah, 36 di Mekah, 2 di Bandara dan 19 perusahaan di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armina).
Pada musim haji tahun ini, akan dibutuhkan 4.500 trip transportasi untuk mengangkut jemaah haji Indonesia dalam enam rute, yakni Bandara AMAA ke hotel di Madinah, Madinah-Mekah, Mekah-Jeddah untuk gelombang pertama, dan Bandara KAAIA (Jeddah) ke Mekah, Mekah-Madinah, dan Madinah-Bandara AMAA untuk gelombang kedua.           

“Selain itu dibutuhkan 400 bus selawat yang akan mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram, pulang pergi,” tandas Sri.